Dark/Light Mode

Luhut: Banyak Yang Kaget Terkait Pendirian Danantara

Rabu, 19 Februari 2025 08:20 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto bakal meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) bernama Daya Anagata Nusantara atau Danantara pada Senin 24 Februari 2025. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, banyak yang kaget dengan pendirian lembaga pengelola investasi itu.

Hal tersebut diungkapkan Luhut saat menjadi pembicara dalam acara Indonesia Economic Summit 2025, di Shangri La, Jakarta, Selasa (18/2/2025).

“Yang saya pahami tentang Danantara ini adalah suatu hal yang sangat besar. Banyak orang terkejut dengan Danantara,” ujar Luhut.

Baca juga : Prabowo Hormati Setiap Kritikan

Menurut dia, pembentukan Danantara merupakan langkah strategis bagi kemajuan Indonesia. Selain itu, melalui Danantara perusahaan milik negara akan lebih transparan dan efisien. Menurutnya, Danantara menggunakan skema bisnis joint venture yang menggabungkan beberapa usaha.

Luhut meminta, masyarakat termasuk investor asing, untuk memberi waktu bagi Danantara dalam menjalankan tugasnya. Termasuk proses menyusun pengurusnya.

“Berikan waktu bagi mereka untuk berkonsolidasi, karena ini bukan solusi yang bisa dilakukan dalam waktu semalam,” kata Luhut.

Baca juga : 481 Kepala Daerah Terpilih Latihan Baris-berbaris Di Monas

Untuk diketahui, Presiden Prabowo membentuk Danantara untuk memaksimalkan pengelolaan BUMN. Ada tujuh BUMN yang masuk ke Danantara. Yaitu Bank Mandiri, BRI, PLN, Pertamina, BNI, Telkom, dan MIND ID. 

Danantara bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Indonesia, dan membuat pengelolaan kekayaan negara lebih baik dan lebih efisien. Lembaga ini akan mengelola aset negara dengan nilai lebih dari 900 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 14.715 triliun.

Danantara akan memfokuskan investasi pada proyek-proyek berkelanjutan dan berdampak tinggi di berbagai sektor, seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, dan produksi pangan.

Baca juga : Gerindra Dukung Koalisi Permanen

Anggota DEN Chatib Basri mengatakan, jika mampu dikelola dengan baik, Danantara bisa menjadi solusi untuk merecycle aset-aset yang selama ini kurang termanfaatkan di bawah BUMN. Hanya saja, Chatib menekankan pentingnya pengelolaan. Salah satunya, orang-orang yang mengisi jabatan di Danantara.

“Namun, tentu yang paling penting pengelolaan harus profesional,” pesan mantan Menteri Keuangan itu dalam diskusi pada acara SMBC Indonesia Economic Outlook 2025, Selasa (18/2/2025).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.