Dark/Light Mode

Ekspor 5 Ribu Ton Baja Lapis Ke Amerika, Dirut Krakatau Steel Apresiasi Tata Metal Lestari

Rabu, 26 Februari 2025 16:10 WIB
Pelepasan ekspor 5 ribu ton baja lapis Nexalume, Nexium dan Nexcolor hasil kolaborasi KBI dan PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (25/2/2025). (Foto: Dok. Tatalogam Group)
Pelepasan ekspor 5 ribu ton baja lapis Nexalume, Nexium dan Nexcolor hasil kolaborasi KBI dan PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (25/2/2025). (Foto: Dok. Tatalogam Group)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan Negara yang bergerak di industri baja, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus mengupayakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan perdagangan global yang saat ini.

Salah satu langkah strategis dengan memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan industri sejenis, khususnya industri baja yang bergerak di sektor hilir.

Langkah ini juga dilakukan guna mendukung program hilirisasi dan industri berkelanjutan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. 

Krakatau steel sebagai holding BUMN akan terus mendorong anak-anak perusahaan kami seperti PT Krakatau Baja Industri (KBI) untuk bisa melakukan sinergi dan kolaborasi dengan industri-industri baja lainnya di hilir. 

"Kami juga berperan mengelola stakeholder nasional, kemudian meyakinkan regulator untuk selalu memberikan dukungan baik itu perlindungan atau proteksi dalam negeri, maupun dengan regulasi-regulasi untuk mendorong ekosistem industri baja nasional kita,” kata Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Muhamad Akbar Djohan usai melepas ekspor 5 ribu ton baja lapis Nexalume, Nexium dan Nexcolor hasil kolaborasi KBI dan PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (25/2/2025). 

Akbar mengapresiasi Tatalogam Group yang mampu mengekspor baja lapis senilai lebih kurang $7,2 US dolar dengan tujuan Amerika Serikat di tengah kondisi perdagangan global yang tengah tidak menentu. 

Baca juga : Laskar Merah Putih DKI Jakarta Apresiasi Kinerja Kapolda Metro Jaya

Namun berkat sinergi dan kolaborasi yang baik antara PT Krakatau Baja Industri selaku penyedia bahan baku dan PT Tata Metal Lestari sebagai produsen baja lapis di sektor hilir, kegiatan ekspor produk baja ini berhasil terlaksana. 

“Apa yang kita lakukan hari ini dengan melakukan ekspor ke US ini bukan hal yang biasa-biasa saja. Jujur, industri baja kita tidak dalam keadaan yang baik-baik saja," ujar Akbar.

Tapi dengan ekspor yang dilakukan PT Tata Metal hari ini, menurut Akbar cukup memberi pesan yang sangat jelas dan kongkrit, bahwa produk baja nasional kita masih sangat diperhitungkan di pasar global. 

"Hari ini tentu menjadi satu implementasi dari hasta cita Bapak Presiden yaitu mengedepankan hilirisasi dan industri yang berkelanjutan dalam negeri,” ucap Akbar. 

Direktur Utama PT Krakatau Baja Industri, Arief Purnomo menambahkan, KBI memiliki kapasitas produksi hingga 90 ribu ton bahan baku baja lapis per tahunnya. Produk tersebut juga sudah mengandung 60 persen total kandungan dalam negeri. 

Dengan kapasitas produksi setinggi itu dan tingkat komponen dalam negeri yang cukup signifikan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung berkembangnya industri baja lapis di hilir sehingga mampu memproduksi produk berkualitas tinggi yang mampu bersaing tak hanya di pasar nasional, tapi juga hingga hingga menembus pasar global.

Baca juga : Pilkada di Banten Lancar dan Kondusif, Jayabaya Apresiasi TNI dan Polri

“Harapan kami, kedepan industri baja di hilir terus berkembang dan itu di-support dari mulai hulu. Jadi semua kekuatan industri, terutama baja di Indonesia itu dari mulai hulu hingga hilir diperkuat," ujar Arief.

Menurutnya, hilir ini menjadi rentan karena produk impor ini banyak masuk ke hilir. Dampaknya nanti sampai hulu pun produksinya bisa terhenti. Karena itu penguatan industri hilir memang harus diutamakan.

Vice Presiden PT Tata Metal Lestari Stephanus Koeswandi sangat mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Krakatau Baja Industri. 

Menurutnya, berkat dukungan dan kolaborasi yang diberikan mereka, sektor hilir baja kembali mengeliat dan semakin mantap menghasilkan produk-produk yang berkualitas sehingga mampu bersaing di pasar lokal maupun global.

“Ini memperlihatkan bahwa industri baja nasional telah tumbuh menjadi semakin penting bagi perekonomian nasional maupun perekonomian di dunia," ujar Stephanus.

Dan trennya tahun 2023 kalau dibandingkan 2024, produk baja dengan hs 73 ini mengalami peningkatan sebesar 818 ribu ton. 

Baca juga : Innalillahi, Dirut PT Krakatau Steel Purwono Widodo Meninggal Dunia

"Denga adanya kemajuan khususnya di sektor hilir industri baja. Semua ini membuktikan bahwa kualitas baja dari Krakatau Steel yang diproduksi di Indonesia tidak kalah kualitasnya dengan produk-produk yang ada di luar negeri dan bisa diterima diseluruh dunia dengan mengikuti standarisasi yang ada,” ujar Stephanus.

Stephanus menambahkan, manuver ekspor sendiri mulai dilakukan PT Tata Metal Lestari setelah pihaknya membaca kompas geopolitik yang ada.

"Dengan manuver ekspor ini tentu kami melakukan restrukturisasi industri berfokus pada keberlanjutan dan efisiensi energi sebagai bagian dari strategi dari PT Tata Metal Lestari," ujar Stephanus.

Ia optimis yakin untuk meningkatkan pangsa pasar ekspor, dari tahun lalu hanya sekitar 30 persen, tahun ini kami coba tingkatkan lagi menjadi 40 persen dari kapasitas produksi kami yang setelah dilakukan investasi baru bisa mencapai 500 ribu ton per tahun. 

Selain itu, sebagai bagian dari strategi ekpansi global, Tata Metal Lestari juga telah membuka kantor perwakilan di Sidney Australia dan Singapura guna memperluas jaringan bisnis dan memperkuat kemitraan dengan mitra internasional,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.