Dark/Light Mode

Gencarkan PSR, Rekomtek Petani Binaan PTPN IV PalmCo Tembus 13 Ribu Ha

Rabu, 26 Februari 2025 18:09 WIB
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa  (kiri) dan Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani. (Foto: Dok PTPN III)
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa (kiri) dan Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani. (Foto: Dok PTPN III)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sub Holding Perkebunan PTPN III (Persero) PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo terus mempercepat implementasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Hal tersebut tercermin dari realisasi rekomendasi teknis (Rekomtek) yang dicapai petani binaan perusahaan sepanjang tahun 2024 lalu. 

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan, PTPN berhasil membantu petani mendapatkan Rekomtek di atas target yang dicanangkan pemegang saham. 

Jatmiko mengungkapkan, sasaran penerbitan Rekomendasi Teknis PSR PalmCo tahun lalu adalah seluas 12.425 hektare (ha). 

"Sementara di sepanjang tahun 2024, perusahaan mampu membantu petani guna merealisasikan Rekomtek mencapai 13.494 ha atau setara dengan 106 persen dari target," ungkap Jatmiko dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (26/2/2025). 

Adapun, Rekomtek merupakan dokumen yang diterbitkan oleh Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian sebagai hasil verifikasi atas usulan pengajuan lembaga perkebun untuk perolehan dana program PSR dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). 

Baca juga : Perkuat Integrasi Rantai Pasok Sawit, PTPN IV PalmCo Gandeng Unilever

"Rekomtek penting agar dana PSR bantuan pemerintah dapat disalurkan secara tepat dan petani bisa meremajakan kebun sawit mereka yang sudah tidak produktif lagi," kata Jatmiko.

Lebih lanjut Jatmiko mengatakan, di tahun 2025 ini perusahaan menyasar luasan yang lebih tinggi dan berkeyakinan hal tersebut dapat terwujud dengan dukungan dari berbagai pihak.

Apalagi, target rekomtek PSR PalmCo tahun ini juga meningkat drastis hampir dua kali lipat menyentuh 22 ribu ha lebih.

"Tantangan yang besar pastinya namun dengan kolaborasi kelembagaan petani, organisasi petani, dan dukungan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan lainnya, maka kami optimis atas pemenuhan target tersebut," ujar Jatmiko.

Secara garis besar, PSR dikelompokkan menjadi dua, baik secara swadaya oleh petani maupun pola kemitraan bersama perusahaan. 

Jatmiko menilai, program PSR PTPN IV menjadi salah satu inisiatif strategis PTPN Group dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan Pemerintah dalam meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat yang memang saat ini produksinya masih jauh dibawah rata-rata standar industri. 

Baca juga : Di Masa Nataru, Penumpang Pelni Tembus 366 Ribu

"Bersama kita bisa tingkatkan produktivitas sawit rakyat Indonesia," ujarnya. 

Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan, program PSR berperan penting dalam meningkatkan hasil perkebunan rakyat serta mendorong keberlanjutan sektor kelapa sawit di Indonesia. 

"PTPN Group akan terus memperluas cakupan program ini, sehingga dapat memberikan dampak signifikan terhadap produksi CrudePalm Oil (CPO) nasional serta kesejahteraan petani kelapa sawit," ujar Abdul Ghani.

Program yang diberi nama 'Program PTPN untuk Sawit Rakyat' itu melibatkan ribuan petani sawit di berbagai wilayah Indonesia. 

PTPN IV PalmCo berupaya memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit rakyat melalui berbagai skema pendampingan dan fasilitas. 

Diantaranya pola single manajemen, penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat bagi petani offtaker dan pembinaan KUD. 

Baca juga : Berkat Pemberdayaan BRI, Kelompok Petani Jeruk Curup Bengkulu Jangkau Pasar Lebih Luas

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Irwan Perangin-angin menambahkan, program PSR tidak sekedar meremajakan kebun tapi berupaya menciptakan agen PSR di antara petani dan kelembagaannya. 

Dengan target nasional PSR yang sangat besar, Pemerintah mencanangkan hingga 400 ribu ha pertahun, maka perlu upaya masif mewujudkannya.

"Kita berharap semakin banyak petani maupun KUD yang berhasil melakukan PSR untuk kemudian menjadi agen bagi yang lainnya. Mengajak petani lain agar mau mengikuti program PSR yang dicanangkan pemerintah," kata Irwan. 

Total saat ini sudah 93 kelembagaan petani se Indonesia yang mengikuti bimtek PalmCo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.