Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menteri Maman: UMKM Tak Hanya Pedagang Kaki Lima, Tapi Juga Pengusaha Tambang
Rabu, 12 Maret 2025 16:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meyakini, bisa mengubah wajah UMKM yang telanjur diidentikkan pedagang kaki lima atau kelas menengah ke bawah, menjadi peluang usaha yang besar.
“Bagi saya UMKM bukan hanya sekadar pedagang bakso, penjual keripik, bahkan kaki lima. UMKM itu cakupannya lebih luas. Pengusaha tambang hingga usaha di bidang IT juga termasuk UMKM,” ucap Maman dalam kuliah umum di Universitas Panca Bakti (UPB), Pontianak, Kaliamtan Barat Rabu (12/3/2025).
Ia bilang, UMKM saat ini dibagi menjadi tiga klasifikasi. Pertama yang termasuk kategori mikro memiliki omzet tahunan maksimal Rp 2 miliar. Usaha kecil memiliki omzet tahunan Rp 2-Rp 15 miliar. Dan usaha menengah memiliki omzet Rp 15-Rp 50 miliar per tahun.
“Jadi, UMKM jangan hanya dilihat dari sektor mikro. Tetapi lebih luas. Tantangannya sekarang, bagaimana membina usaha mikro menjadi usaha profesional. Itu menjadi bayangan saya dalam lima tahun ke depan, UMKM yang ingin saya ciptakan,” ucap Maman.
Politisi Partai Golkar ini menekankan, salah satunya menumbuhkan pengusaha UMKM dari kalangan mahasiswa.
Baca juga : Lagi! Mentan Temukan MinyaKita Kurang Takaran, Tapi Harga Sesuai HET
Maman menilai, kampus menjadi penting menanamkan jiwa kewirausahaan, sehingga lulus bisa menjadi pengusaha UMKM.
“Kami mencatat, jika memperbesar jumlah kewirausahaan itu, minimal dari 100-200 mahasiswa minimal 51 persennya berorientasi usaha,” katanya.
Untuk itu ia berharap, kampus tak hanya mengajarkan secara teori kewirausahaan, tetapi juga lebih mengedepankan praktik.
“Saat ini banyak kurikulum banyak hanya berdasarkan pada teoritikal bukan praktik. Mahasiswa misalnya, bisa membuat business plan, lalu diberikan studi kasus, hingga berjualan. Sehingga bisa membentuk mental usaha sejak masuk kuliah,” ucap Maman.
Diakuinya, rasio kewirausahaan masih di level 3,47 persen maka menjadi tantangan unutk meningkatkan hal tersebut. Maka, dari mahasiswa yang menjadi penerus menjadi pengusaha.
Baca juga : Sidak Minyakita Di Rembang: Ada Takaran Yang Kurang, Ada Juga Yang Lebih
Di Kementerian UMKM sendiri, kata Maman, telah memiliki program Entrepreneur Hub (E-hub), yang menjadi pusat inkubasi melibatkan universitas di dalamnya.
“Para calon pengusaha di kampus diberikan pelatihan yang betul-betul untuk kewirausahaan, yang dikemudain dilakukan business matching dan dipertemukan dengan investor. Pendampingan dari awal hingga tumbuh, kampus menjadi salah satu central nya,” kata Maman.
Rektor UPB Purwanto mengatakan, UPB berkomitmen mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.
“Dengan dukungan kebijakan Kementerian UMKM, UPB berharap dapat berperan aktif tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional,” ucapnya.
Maman mengatakan, dua tahun lalu, UPB ditunjuk sebagai pusat inovasi kewirausahaan untuk wilayah tengah di Kalimantan. Pusat inovasi ini berlokasi di kampus UPB.
Baca juga : Praperadilannya Digugurkan Hakim, Hasto Tamat
Purwanto berharap, dengan kebijakan kementerian yang mendukung, UPB dapat membangun galeri kewirausahaan untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengimplementasikan program kewirausahaan.
UPB juga ditunjuk sebagai perguruan tinggi pelaksana Sustainable Development Goals (SDG’s) di Kalbar.
“Dengan demikian, pengembangan kewirausahaan berbasis SDG’s di UPB akan mendukung percepatan pembangunan berkelanjutan di Kalbar,” pungkas Maman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya