Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pengurus Lengkap Danantara
Rosan: Diumumkan Senin Pukul 12.00
Sabtu, 22 Maret 2025 08:00 WIB
Sebelumnya
Presiden Prabowo mengatakan peluncuran Danantara Indonesia merupakan terobosan besar yang dilakukan pemerintah. Dia yakin manajemen semua aset di bawah Danantara akan lebih baik karena kita akan pakai manajemen yang berstandar internasional.
Sejumlah tokoh internasional yang sudah masuk struktur kepengurusan Danantara, yakni investor asal Amerika Serikat Ray Dalio dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair sebagai Dewan Penasihat.
Menurut Prabowo, peluncuran Danantara merupakan sebuah keputusan yang berani karena mengonsolidasikan seluruh aset dan dana BUMN untuk dikelola dalam satu lembaga. Menurutnya, dana dan aset BUMN merupakan kekuatan ekonomi pemerintah. Dia meminta pengelolaan dana harus dilakukan sebaik-baiknya dan setransparan mungkin dengan tingkat akuntabilitas yang tinggi.
Baca juga : Dahnil Anzar Simanjuntak: Banyak Usia Di Atas 90 Tahun Tapi Sehat
Kepala Negara menekankan kepada pimpinan Danantara untuk hati-hati dalam mengambil keputusan. "Tidak perlu terlalu cepat. Ini adalah kekayaan anak dan cucu kita. Harus dijaga dengan baik," kata Prabowo.
Oleh karenanya, Presiden Prabowo meminta pengawasan dan penilaian risiko sangat berlapis sehingga tokoh masyarakat dari berbagai kalangan bisa ikut mengawasi. Selain itu, seluruh kebijakan yang dikeluarkan pimpinan Danantara harus bisa diaudit dan dipertanggungjawabkan setiap saat.
Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) milik Indonesia yang diluncurkan pada 24 Februari 2025 berperan dalam mengoptimalisasi aset-aset BUMN untuk diinvestasikan dalam berbagai proyek strategis berjangka panjang.
Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Baiknya, Pembatasan Berdasarkan Kesehatan
Danantara sebagai dana kekayaan negara mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS, dengan proyeksi dana awal mencapai 20 miliar dolar AS. Dana itu akan diprioritaskan untuk proyek strategis, antara lain hilirisasi nikel bauksit, tembaga, pembangunan pusat data, kecerdasan buatan, kilang minyak pabrik petrokimia, produksi pangan dan protein, akuakultur, serta energi terbarukan.
Sementara, Wakil Menteri BUMN Aminuddin Maruf mengatakan, proses inbreng saham BUMN ke Danantara sudah dibahas bersama.
"Sudah dong, sudah (dibahas). Minggu depan (selesai inbreng)," ungkap Amin, ditemui disela-sela peresmian Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025).
Baca juga : Kader Gerindra Wajib Bantu Program Prabowo
Dia menegaskan, nantinya baru BUMN berstatus Perseroan Terbatas (PT) atau persero yang masuk ke Danantara lebih dahulu. Sementara itu, BUMN dalam bentuk Perusahaan Umum (Perum) belum akan dipindahkan. "Masih kita bahas, ada beberapa opsi untuk yang di perum itu. Bisa kita naikkan statusnya jadi persero,” tukasnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya