Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Trump Kerek Tarif Impor, Bob Azam Sarankan RI Tempuh Jalur Diplomasi, Bukan Ngebales
Minggu, 6 April 2025 07:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan, respons terbaik Indonesia terhadap kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump adalah melalui diplomasi perdagangan, bukan pembalasan tarif yang justru dapat merugikan ekonomi nasional.
“Betul kalau Indonesia membalas, malah kita yang ambruk. Melalui WTO juga tidak mudah dan memakan waktu yang panjang. Sebaiknya jalur diplomasi perdagangan yang ditempuh,” ujar Bob Azam kepada RM.id, Minggu (6/4/2025)
Baca juga : Antisipasi Tarif Impor AS, Rachmat Gobel Sarankan Pemerintah Lakukan 8 Hal
Menurutnya, salah satu pendekatan strategis yang dapat ditempuh adalah memperbesar impor sektor energi dari AS, seperti gas dan ethanol, yang memang dibutuhkan oleh Indonesia. Langkah ini dinilai bisa membantu mengurangi defisit perdagangan dengan Amerika Serikat secara langsung.
“Dengan memperbesar impor sektor energi yang kita butuhkan, itu bisa menyeimbangkan neraca dagang dengan AS tanpa harus konfrontatif,” jelasnya.
Baca juga : Haidar Alwi Care Sarankan Indonesia Perkuat Investasi Domestik dan Asing
Selain itu, Bob juga menyarankan, agar Indonesia mulai mengurangi impor dari negara-negara dengan neraca dagang negatif seperti China, dan mengalihkan ke negara-negara yang memiliki surplus perdagangan dengan Indonesia seperti India dan Amerika Serikat.
“Shifting impor itu penting agar kita bisa menjaga stabilitas perdagangan dan tetap menjaga hubungan baik secara strategis,” tambahnya.
Baca juga : Dubes Vietnam Untuk RI Ta Van Thong Sampaikan Rencana Diplomasi Kepada Jurnalis
Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat pasar domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi. “Jangan lupa menggarap potensi pasar dalam negeri, melakukan efisiensi birokrasi, serta menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang masih tinggi,” ujarnya.
Tak kalah penting, lanjutnya, adalah membangun kembali kekuatan kolektif melalui ASEAN yang selama ini belum dimaksimalkan. Ia juga mendorong pembentukan aliansi dengan negara-negara BRICS seperti Brazil dan India, khususnya dalam pengembangan sektor strategis seperti biofuel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya