Dark/Light Mode

Trump Kerek Tarif Impor China, IHSG Kepleset Lagi

Jumat, 11 April 2025 09:30 WIB
IHSG. (Foto: Rakyat Merdeka)
IHSG. (Foto: Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka melemah 58,45 poin atau 0,93 persen ke level 6.195,57.

Indeks LQ45 yang isinya saham-saham kelas kakap juga ikut lunglai. Turun 10,94 poin alias 1,55 persen ke posisi 696,17.

Kata Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, pelemahan IHSG pagi ini ikut arus negatif dari pasar global. Dan biang kerok utamanya: kebijakan Trump.

Baca juga : Trump Tunda Tarif, IHSG Langsung Ngegas

Trump bikin heboh lagi setelah naikkin tarif impor terhadap China jadi 145 persen. Perang dagang makin panas, pasar makin ketar-ketir.

“Pelaku pasar merespons negatif kabar ini. Pasar global memerah, dan IHSG ikut goyah,” ujar Max.

Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada mengatakan, IHSG sebenarnya mulai mencoba naik sudah pasti akan ada yang memanfaatkan kenaikan tersebut untuk profit taking alih-alih masih adanya risiko ketidakpastian sehingga membuat kenaikan IHSG pun kemungkinan tidak sustain.

Baca juga : Dampaknya Ke Kita, Apa?

“Adanya penundaan tarif memberikan sentimen positif. Sekaligus, persepsi pelaku pasar melihat paling tidak serangan balasan dari negara mitra dagang tidak cepat terjadi,” katanya, Jumat (11/4/2025).

Namun, ia mengatakan, ketidakpastian ini IHSG bertahan di zona hijau ini, harus diwaspadai karena isi pelaku pasar tidak semua sama. 

Sementara itu, menurut dia, sentimen positif dari dalam negeri juga tak menjamin bisa menahan pelemahan IHSG. Reza memproyeksi, pergerakan IHSG akan rentan dengan sentimen yang ada dengan rentang 6.100-6.400. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.