Dark/Light Mode

Pembiayaan Mobil Listrik Meroket! MUF Cetak Lonjakan 218 Persen Kuartal-I 2025

Kamis, 17 April 2025 19:14 WIB
PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatat lonjakan signifikan dalam pembiayaan kendaraan ramah lingkungan selama kuartal pertama 2025. Foto: Istimewa
PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatat lonjakan signifikan dalam pembiayaan kendaraan ramah lingkungan selama kuartal pertama 2025. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatat lonjakan signifikan dalam pembiayaan kendaraan ramah lingkungan selama kuartal pertama 2025.

Pembiayaan untuk kendaraan listrik dan hybrid mencapai Rp 517,5 miliar, tumbuh 218 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), menandai komitmen kuat perusahaan dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau.

Corporate Secretary & Legal MUF Elisabeth Lidya Sirait mengatakan tren permintaan kendaraan ramah lingkungan terus meningkat seiring kesadaran konsumen terhadap isu keberlanjutan.

Baca juga : Genjot Pemasaran Digital, Metland Catat Pendapatan Rp2,021 Triliun Di 2024

MUF, sebagai anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang bergerak di sektor pembiayaan, menjadikan momentum ini sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan.

Terbukti pembiayaan kendaran ramah lingkungan MUF pada kuartal-I 2025 mencapai Rp 517,5 miliar meningkat hingga 218 persen secara tahunan.

“Pada kuartal pertama 2025, kami mencatat peningkatan permintaan yang substansial untuk pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid,” ujar Elisabeth dalam keterangannya, Kamis (17/4/2025).

Baca juga : Proyeksi Harga Kian Meroket, BSI Kantongi Saldo Emas Hingga 118 Persen Yoy

Selain sektor kendaraan ramah lingkungan, MUF juga membukukan total pembiayaan baru sebesar Rp5,7 triliun hingga akhir Maret 2025, tumbuh 3,5 persen yoy. Segmen mobil baru mendominasi portofolio dengan kontribusi 53 persen, disusul mobil bekas 19 persen, dana tunai 18 persen, dan sepeda motor 10,5 persen.

Adapun piutang pembiayaan mencapai Rp 36,2 triliun, naik 12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, sementara total aset perusahaan tumbuh 29 persen menjadi Rp15,6 triliun.

Elisabeth menambahkan bahwa pembiayaan syariah juga tumbuh dengan piutang mencapai Rp7 triliun, naik 27 persen yoy. Tingkat non-performing loan (NPL) terjaga di level 1,41 persen, mencerminkan prinsip kehati-hatian perusahaan.

Baca juga : Tabungan Nasabah Premium BNI Naik 16 Persen Di Kuartal I-2025

“Kami tetap fokus pada transformasi digital, peningkatan layanan, dan manajemen risiko untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.

Capaian positif ini didukung oleh strategi bisnis yang agile serta sinergi yang kuat dengan Bank Mandiri sebagai induk usaha. Elisabeth menegaskan bahwa MUF tetap fokus pada transformasi digital, peningkatan kualitas layanan, dan penguatan manajemen risiko untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Dengan fundamental bisnis yang kuat dan komitmen untuk terus beradaptasi dengan perubahan pasar, kami optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif hingga akhir tahun 2025," tutup Elisabeth.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.