Dark/Light Mode

IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Jadi 4,7 Persen

Indonesia Kena Getah Perang Amerika-China

Kamis, 24 April 2025 08:15 WIB
Direktur Departemen Riset IMF Pierre-Olivier Gourinchas. (Foto: Dok. IMF)
Direktur Departemen Riset IMF Pierre-Olivier Gourinchas. (Foto: Dok. IMF)

 Sebelumnya 
Meski begitu, Perry menyebut, ekonomi Indonesia masih bisa bertahan pada triwulan I-2025. Indikatornya, konsumsi rumah tangga tetap tumbuh positif karena ditopang keyakinan pelaku ekonomi serta stabilitas pendapatan masyarakat.

“Belanja Pemerintah terkait pemberian THR, belanja sosial, dan berbagai insentif lainnya, serta kenaikan permintaan musiman selama perayaan Idul Fitri juga mendukung konsumsi rumah tangga,” kata Perry.

Selain konsumsi, investasi terutama sektor nonbangunan turut menopang pertumbuhan. Hal ini tercatat dari meningkatnya impor alat-alat berat. Kinerja ekspor nonmigas juga menguat, khususnya pada produk manufaktur, seperti mesin dan besi baja yang banyak dikirim ke negara-negara ASEAN.

Baca juga : Hakim Simpan Uang Rp 5,5 M Di Bawah Kasur

Dengan melihat kondisi perang dagang dan ekonomi global saat ini, Perry memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan ada di posisi antara 4,7 persen-5,5 persen. Perry mengatakan, Bank Sentral akan memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk mengerek perekonomian nasional.

“BI terus mempererat sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah Pusat dan Daerah, termasuk dukungan penuh terhadap implementasi berbagai program Pemerintah dalam Asta Cita,” janji Perry.

Sementara, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia tidak akan menyerah di tengah perang dagang AS dan China. Menurutnya, Indonesia mempunyai kemampuan untuk menggerakkan ekonomi sendiri.

Baca juga : Prabowo: Kita Akan Jadi Lumbung Pangan Dunia

“Kita tidak akan memaki negara lain. Dihantam tarif berapa pun, kita akan berunding dan negoisasi, kita hormati,” kata Prabowo, saat meluncurkan Program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (23/4/2025).

Prabowo menegaskan, Indonesia harus percaya terhadap kekuatan sendiri. Meski negara lain tidak lagi membuka pasar kepada Indonesia.“Kita akan survive, kita akan tambah kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri, kita tidak akan pernah menyerah,” kata Prabowo.

Prabowo sebelumnya telah mengutus tim negosiasi yang terdiri dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menkeu Sri Mulyani untuk berdialog dengan sejumlah pejabat AS. Tim ini masih berada di Washington DC untuk merampungkan perundingan.

Baca juga : Dukung Prabowo Di Pilpres 2029, PAN Bikin Gerindra Happy

Airlangga sebelumnya menyebut, Indonesia mendapat sinyal positif dari AS dengan diberi waktu 60 hari untuk menyepakati perjanjian dagang. Poin negosiasi mencakup peningkatan impor komoditas AS seperti LPG, minyak mentah, gasolin, dan produk agrikultur. Pemerintah Indonesia juga membuka opsi pemberian insentif bagi perusahaan AS di dalam negeri. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.