Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
SNLIK 2025: Indeks Literasi Keuangan Laki-Laki Naik, Perempuan Turun
Jumat, 2 Mei 2025 21:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (2/5/2025) menyebutkan, Indeks Literasi Keuangan pada laki-laki Indonesia mengalami peningkatan. Sebaliknya, Indeks Literasi Keuangan perempuan mengalami penurunan.
“Berdasarkan metode keberlanjutan, indeks literasi laki-laki Indonesia naik 3,18 persen dari angka 64,14 pada tahun 2024 menjadi 67,32 pada tahun 2025,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Jumat (2/5/2025).
“Sementara Indeks Literasi Keuangan perempuan turun 1,17 persen dari 66,75 persen pada tahun 2024 menjadi 65,58 persen pada tahun 2025,” imbuh Kiki.
Bagaimana dengan Indeks Inklusi Keuangan? Untuk yang satu ini, bisa dibilang sebanding. “Tingkat Inklusi Keuangan laki-laki dan perempuan masing-masing meningkat 6,76 persen dan 4,2 persen,” papar Kiki.
Baca juga : Industri Keluhkan Kelangkaan Kelapa, Menperin Turun Tangan
Hasil yang tak jauh beda juga terlihat dari penghitungan survei dengan menggunakan metode Cakupan Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI).
Dalam metode tersebut, Indeks Literasi Keuangan laki-laki berada di angka 67,53 persen. Lebih tinggi dari perempuan yang hanya 65,73 persen. Sementara Indeks Inklusi Keuangan laki-laki relatif sebanding dengan perempuan. Masing-masing 92,58 persen dan 92,89 persen.
Penghitungan SNLIK
Penghitungan SNLIK Tahun 2025 dilakukan menggunakan dua metode, yakni Metode Keberlanjutan dan Metode Cakupan DNKI.
Metode Keberlanjutan adalah metode perhitungan yang dilakukan dengan cakupan sembilan sektor jasa keuangan (Perbankan, Pasar Modal, Perasuransian, Lembaga Pembiayaan, Dana Pensiun, Pergadaian, Lembaga Keuangan Mikro, Fintech Lending (Pindar), PT Permodalan Nasional Madani) dan Penyelenggara Sistem Pembayaran (PSP) sebagaimana cakupan pada SNLIK Tahun 2024. Sehingga, dapat digunakan sebagai alat ukur keberhasilan program literasi dan inklusi keuangan OJK.
Baca juga : Perkuat Literasi Keuangan, Jasaraharja Putera Gandeng UIN Suska Riau
Sementara Metode Cakupan DNKI adalah metode penghitungan yang memperluas cakupan sektor keuangan dengan penambahan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan serta Lembaga Jasa Keuangan Lain (Koperasi Simpan Pinjam (KSP)/Penyelenggara Perdagangan Aset Kripto/PT Pos Indonesia/Lembaga Penjaminan/dan lain-lain).
Pendataan rumah tangga sampel SNLIK Tahun 2025 dilakukan mulai 22 Januari hingga 11 Februari 2025 di 34 provinsi yang mencakup 120 kota/kabupaten termasuk 8 wilayah kantor OJK (1.080 blok sensus).
Total responden SNLIK Tahun 2025 berjumlah 10.800 orang dengan rentang usia antara 15 s.d. 79 tahun.
Metode sampling yang digunakan dalam SNLIK Tahun 2025 adalah stratified multistage cluster sampling. Dalam metode ini, pemilihan kabupaten/kota menggunakan PPS (Probability Proportional to Size)–Systematic Sampling dengan size jumlah keluarga. Dalam hal ini, kabupaten/kota wilayah kantor OJK secara otomatis terpilih sebagai sampel.
Baca juga : Literasi Keuangan Bangun Kemandirian Ekonomi
Pemilihan sejumlah blok sensus pada setiap kabupaten/kota terpilih dilakukan dengan menggunakan PPS–Systematic Sampling, dengan size jumlah keluarga dan memperhatikan keterwakilan daerah perkotaan/perdesaan.
Pemilihan sepuluh rumah tangga eligible pada setiap blok sensus dari hasil pemutakhiran dilakukan melalui Systematic Sampling, dengan implicite stratification berdasarkan tingkat pendidikan kepala rumah tangga.
Pemilihan satu eligible responden umur 15-79 tahun pada rumah tangga sampel dilakukan melalui Random Sampling dengan implicite stratification berdasarkan umur anggota rumah tangga eligible menggunakan Kish Table.
SNLIK Tahun 2025 menggunakan parameter literasi keuangan yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, keyakinan, serta sikap dan perilaku. Sementara indeks inklusi keuangan menggunakan parameter penggunaan (usage) terhadap produk dan layanan keuangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya