Dark/Light Mode

Dahsyat! BSI Catat Lonjakan Transaksi Emas, Tembus 256 Kg Per Bulan

Senin, 5 Mei 2025 17:12 WIB
Ilustrasi. Foto: Rizki Syahputra/RM
Ilustrasi. Foto: Rizki Syahputra/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatatkan lonjakan signifikan dalam transaksi emas sejak resmi menjadi Bank Emas pada akhir Februari 2025. Pertumbuhan transaksi mencapai rata-rata 250 kilogram per bulan.

Plt Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, mengatakan bahwa emas kini menjadi pilihan utama masyarakat untuk investasi jangka panjang maupun tabungan yang aman.

Baca juga : BNI Catat Kenaikan Transaksi Nasabah Premium Di Private Event BNI - Emirates Travel Fair 2025

“Masyarakat cukup menunggu dan cukup mengharapkan dengan emas ini, karena ada dua jenis masyarakat yang melihat emas sebagai tempat saving dan juga investasi,” ujarnya di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (5/5).

Bob menjelaskan, selama empat bulan terakhir, pertumbuhan pembelian emas melalui BSI melonjak tajam. Hingga April 2025, volume transaksi mencapai 256 kilogram per bulan.

Baca juga : Digunakan 40 Juta User, Super App BRImo Catat Transaksi Rp1.599 Triliun Dalam 3 Bulan

“Jadi mungkin nanti sampai akhir tahun bisa terbayang berapa ton,” tambahnya.

Saat ini, BSI telah mengelola emas sekitar 17 ton, dan bersiap menghadapi potensi pertumbuhan yang lebih besar seiring peningkatan minat masyarakat. Bank juga menyediakan layanan transaksi emas secara digital melalui aplikasi Beyond.

Baca juga : Cetak Rekor, Harga Emas Tembus Rp 2 Juta Per Gram

“Langsung beli, langsung titip, langsung juga trading. Dijual di situ juga bisa,” ujar Bob.

BSI melihat potensi besar dari emas masyarakat yang belum termonetisasi, yang diperkirakan mencapai 1.800 ton. Dengan memanfaatkan potensi tersebut melalui platform digital, bank berharap dapat mendorong perputaran ekonomi yang lebih efisien dan produktif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.