Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wajar, Ekonomi Melambat Di Awal Pemerintahan
Luhut: Saatnya Kerja Nyata, Bukan Saling Menyalahkan
Kamis, 8 Mei 2025 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 tercatat sebesar 4,87 persen (year-on-year/yoy), melambat dibandingkan capaian beberapa tahun terakhir. Namun, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai, hal itu masih dalam batas wajar, terutama di masa transisi Pemerintahan.
“Pola seperti ini bukan hal baru. Pada transisi Pemerintahan 2014, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dan kedua juga berada di bawah 5 persen. Artinya, masa penyesuaian memang kerap disertai perlambatan,” ujar Luhut melalui akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan, dikutip di Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Dia menjelaskan, salah satu penyebab utama melambatnya pertumbuhan kali ini adalah kontraksi konsumsi Pemerintah. Karena itu, percepatan belanja negara dinilai menjadi kunci pemulihan.
Baca juga : Ribuan Ijazah Pelajar Tertahan Di Sekolah
Luhut menyebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Pemerintahan dapat menjadi motor penggerak akselerasi belanja negara.
Program ini diperkirakan mampu menghidupkan simpul ekonomi di desa. Mulai dari petani sayur, peternak ayam, hingga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Selain konsumsi Pemerintah, Luhut juga menyoroti perlambatan konsumsi rumah tangga, belum pulihnya investasi, tekanan ekspor akibat situasi global. Termasuk ketimpangan pertumbuhan antarwilayah sebagai tantangan yang perlu diantisipasi.
Baca juga : Jennifer Coppen: Justin Hubner Cuma Teman
“Maka dari itu, percepatan dan pemerataan harus berjalan beriringan. Bukan saatnya saling menyalahkan. Yang kita butuhkan adalah kerja nyata, kolaborasi lintas sektor dan keberanian mengambil keputusan penting,” tegasnya.
Luhut juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk menyederhanakan regulasi, memperkuat kemitraan dagang. Serta menjaga keseimbangan hubungan ekonomi global tanpa melupakan perlindungan terhadap masyarakat kecil.
Dia menegaskan, arah pembangunan Indonesia ke depan harus bergerak serempak, dari desa ke pusat dan dari bawah ke atas.
Baca juga : Ada Sambal Terong & Tempe, Jemaah Haji Dimanjakan Makanan Nusantara
“Saya percaya, dengan kekompakan dan kerja terintegrasi, kita bukan hanya mampu melewati masa sulit ini, tapi juga mempercepat terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Luhut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya