Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Laba Naik 46 Persen, MIND ID Bagikan Dividen Rp 20,1 Triliun
Rabu, 11 Juni 2025 19:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID mencatatkan kinerja positif sepanjang 2024.
Holding BUMN industri pertambangan ini membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 40,2 triliun, tumbuh 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam laporan keuangan tahun buku 2024 yang telah diaudit, MIND ID mencatat pendapatan sebesar Rp 145,2 triliun atau naik 34,56 persen dari 2023.
Sementara total aset meningkat menjadi Rp 292,1 triliun dari sebelumnya Rp 259,2 triliun.
Kenaikan beban pokok pendapatan dari Rp 90 triliun menjadi Rp 124,6 triliun mengikuti ekspansi produksi dan hilirisasi di seluruh entitas anak.
Baca juga : Jakarta Great Sale 2025 Targetkan Omzet Rp 15,5 Triliun
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyetujui laporan keuangan konsolidasian dengan opini wajar tanpa pengecualian.
RUPS juga menyetujui pembagian dividen sebesar 55 persen dari laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 36,5 triliun, yakni sekitar Rp 20,1 triliun.
Nilai ini naik dari dividen tahun buku 2023 yang sebesar Rp17,14 triliun.
Sebanyak 45 persen sisa laba bersih atau sekitar Rp 16,44 triliun akan digunakan untuk mendukung program hilirisasi yang dijalankan Grup MIND ID.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyatakan bahwa kinerja dan kontribusi dividen perusahaan merupakan hasil sinergi proses bisnis dari hulu ke hilir.
Baca juga : Transaksi Remitansi BSI Melonjak 15 Persen Capai Rp 47 Triliun Di 13 Negara
Ia menegaskan, MIND ID mengedepankan integrasi eksplorasi, pertambangan, dan komersialisasi melalui transformasi bisnis guna menciptakan nilai tambah optimal dari sumber daya mineral.
“Dengan capaian ini, MIND ID sebagai penggerak hilirisasi Indonesia berharap dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga perekonomian nasional,” ujar Maroef.
Ia menambahkan, penerapan Good Mining Practice menjadi pendorong utama penguatan kinerja perusahaan.
Menurutnya, keberlanjutan merupakan strategi jangka panjang, bukan sekadar kepatuhan.
Sepanjang 2024, MIND ID merampungkan sejumlah proyek strategis, seperti Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah, Smelter Tembaga dan Precious Metal Refinery, serta uji coba konversi batu bara menjadi artificial graphite dan anodized sheet.
Baca juga : Menteri Trenggono Berhasil Selamatkan Rp 13,6 Triliun
Pada 2025, MIND ID memprioritaskan pembangunan SGAR Fase II, fasilitas RKEF dan HPAL di Halmahera Timur, optimalisasi Precious Metal Refinery, pembangunan PLTG Gresik, serta peningkatan angkutan batu bara Tanjung Enim–Keramasan.
Tiga proyek nikel strategis juga dikembangkan di Sulawesi, yakni IGP Pomalaa, IGP Morowali, dan HPAL Sorowako.
Komisaris Utama MIND ID, Fuad Bawazier, menyatakan bahwa di tengah ketidakpastian global, MIND ID tetap berkomitmen menciptakan tata kelola pertambangan nasional yang sehat dan berdampak pada kesejahteraan bangsa.
"MIND ID akan terus berupaya menciptakan rantai nilai dan proses bisnis yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya