Dark/Light Mode

PHE ONWJ Lepas Anjungan Baru Ramah Lingkungan Ke Pesisir Laut Jawa

Rabu, 25 Juni 2025 15:28 WIB
PHE ONWJ Lepas Anjungan Baru Ramah Lingkungan Ke Pesisir Laut Jawa

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) memulai tahap penting dalam upaya penguatan ketahanan energi nasional dengan pengiriman struktur topside Anjungan OOA seberat 530 metrik ton dari fasilitas fabrikasi proyek Lapangan OO-OX milik PT Meitech Eka Bintan, anak usaha PT Meindo Elang Indah, di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (24/6/2025).

Pengiriman ini dilakukan melalui jalur laut menuju pesisir utara Jawa Barat, setelah sebelumnya struktur jacket seberat 200 metrik ton juga telah diberangkatkan dari lokasi yang sama pada Sabtu (7/6/2025).

Seremoni pelepasan dihadiri perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), jajaran Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream, Regional Jawa, serta manajemen PHE ONWJ dan para pemangku kepentingan. Hadir antara lain Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhaendrajana, Direktur Pengembangan dan Produksi PHE Awang Lazuardi, serta General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama.

“Keberadaan Anjungan OOA diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi Lapangan OO-OX. Ini sejalan dengan visi perusahaan dalam mewujudkan swasembada energi nasional, sesuai Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” ujar Awang Lazuardi.

Baca juga : Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Eddy Soeparno Ajak Kolaborasi Atasi Darurat Sampah

Struktur Anjungan OOA akan dihubungkan ke fasilitas pemrosesan darat (Onshore Processing Facility/OPF) Balongan di Indramayu melalui pipa penyalur bawah laut sepanjang 14 kilometer dengan diameter 12 inci, tertanam sedalam dua meter dari dasar laut, sesuai regulasi yang berlaku.

Proyek pengembangan Lapangan OO-OX ini mencakup pengeboran empat sumur migas, yakni OOA-1 hingga OOA-4, yang diperkirakan akan mulai berproduksi pada kuartal pertama tahun 2026. Target produksinya mencapai 2.996 barel minyak per hari (BOPD) dan 21,26 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

Deputi Eksploitasi SKK Migas, Taufan Marhaendrajana, menegaskan bahwa proyek-proyek strategis seperti ini diharapkan mampu menahan laju penurunan alamiah produksi migas nasional. “Proyek ini akan mengkonversi cadangan menjadi produksi riil yang berdampak pada peningkatan produksi nasional secara signifikan,” ucapnya.

Sementara itu, VP Production & Operations Regional Jawa, Rahmat Ali Hakim menambahkan bahwa proyek ini adalah bentuk nyata kontribusi Pertamina dalam memenuhi target energi nasional dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan. “Komitmen kami adalah mendukung peningkatan produksi migas secara bertanggung jawab, sambil tetap beradaptasi dengan dinamika energi global yang kini menekankan aspek keberlanjutan,” ujarnya.

Baca juga : Top! Harita Nickel Kelola Air Tambang dengan Sistem Canggih Ramah Lingkungan

Seluruh tahapan proyek dilaksanakan dengan melibatkan berbagai entitas di lingkungan Pertamina serta mitra nasional, mulai dari rekayasa teknik, pengadaan, fabrikasi, penggelaran pipa bawah laut, hingga penyediaan kapal berbendera Indonesia oleh PT Meindo Elang Indah, yang juga menjalankan seluruh kegiatan sesuai standar keselamatan tinggi.

Dalam aspek lingkungan, PHE ONWJ juga memasang panel surya berkapasitas 14,22 kW di Anjungan OOA. Teknologi ini ditujukan untuk memasok kebutuhan listrik operasional anjungan secara berkelanjutan.

General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama menegaskan bahwa penggunaan energi terbarukan menjadi komitmen utama perusahaan dalam praktik produksi migas yang ramah lingkungan. “Langkah ini menunjukkan bahwa industri migas bisa turut berperan aktif dalam menekan jejak karbon dan mendorong transisi energi,” katanya.

Pada 2022, PHE ONWJ tercatat telah meraih dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas inisiatif penggunaan energi surya dalam operasional migas lepas pantai. Topside Anjungan OOA dijadwalkan tiba di lokasi instalasi pada 6 Juli 2025. Setelah itu, tahapan pekerjaan selanjutnya meliputi pemasangan struktur bawah (jacket), fondasi (piling), dan instalasi topside.

Baca juga : PLN Icon Plus Gaungkan Zero Waste Warrior di Hari Lingkungan Hidup

Pekerjaan instalasi darat dan lepas pantai lainnya akan dilanjutkan, termasuk instalasi pipa bawah laut dan darat, serta modifikasi fasilitas OPF Balongan. Seluruh kegiatan akan dilaksanakan dengan prinsip safer, faster, better.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bahwa Pertamina terus mendorong inovasi dan kolaborasi dalam menggenjot produksi migas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “Pertamina mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri untuk mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari, serta mewujudkan swasembada energi dan pertumbuhan industri nasional,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.