Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kucurkan Investasi Rp 5,3 Triliun
Sampoerna Gaspol Inovasi Tembakau Bebas Asap, Pabriknya Cuma Ada di RI!
Rabu, 2 Juli 2025 17:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT HM Sampoerna Tbk makin serius dorong transformasi industri lewat inovasi produk tembakau bebas asap. Investasinya tembus 330 juta dolar AS atau setara Rp 5,3 triliun, pabriknya satu-satunya di Asia!
PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna), bagian dari jaringan global Philip Morris International (PMI), menegaskan komitmennya untuk mendorong inovasi dan transformasi industri melalui pengembangan produk tembakau bebas asap berbasis sains dan teknologi.
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Ivan Cahyadi, menyampaikan hal ini dalam acara Technovation 2025.
“Inovasi teknologi adalah hal yang sangat penting bagi kami. Kami terbuka terhadap kolaborasi dan transparan kepada publik, termasuk kalangan peneliti. Ini komitmen kami,” kata Ivan.
Ia menegaskan, langkah terbaik sebenarnya adalah berhenti merokok sepenuhnya. Namun, bagi konsumen dewasa yang masih memilih produk tembakau, Sampoerna ingin menawarkan alternatif produk tembakau bebas asap terbaik yang berbasis sains dan teknologi.
Baca juga : Sampoerna Dorong Inovasi Produk Bebas Asap Berbasis Sains dan Teknologi
“Swedia berhasil menurunkan jumlah perokok menjadi tinggal 5 persen, terendah di dunia. Di Eropa, rata-rata masih 30–40 persen. Ini bisa terjadi karena pendekatan berbasis sains dan teknologi,” jelas Ivan.
Di Jepang, penurunan signifikan jumlah perokok juga terjadi dalam 10 tahun terakhir.
“Begitu pula di Amerika Serikat, di mana produk bebas asap seperti IQOS telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (U.S. FDA),” ujarnya.
Sampoerna bahkan telah menggelontorkan investasi senilai 330 juta dolar AS untuk mengembangkan ekosistem produk bebas asap di Indonesia.
Salah satunya adalah pembangunan pabrik untuk produk tembakau alternatif bebas asap di Karawang, Jawa Barat.
Baca juga : Sampoerna Pamer Inovasi Produk Tembakau Bebas Asap di Technovation 2025
“Ini bukan sekadar pabrik, tapi juga laboratorium riset. Di seluruh dunia hanya ada sembilan pabrik sejenis, dan yang satu-satunya di Asia ada di Indonesia,” tegas Ivan.
Pabrik tersebut melibatkan 200 tenaga ahli asal Indonesia yang telah dididik dan dilatih khusus.
Tujuannya adalah menyediakan alternatif yang lebih baik bagi konsumen dewasa yang memilih tetap menggunakan nikotin.
Selain mendorong transformasi industri, Sampoerna juga punya peran strategis dalam perekonomian nasional.
Perusahaan ini menyerap bahan baku dari petani cengkeh dan bermitra dengan 1,5 juta peritel lokal di seluruh Indonesia.
Baca juga : Anindya: Belanda Dukung MBG & Perumahan Rakyat
“Dampak ekonominya mencapai sekitar Rp 260 triliun. Kami juga mendukung pelaku UMKM melalui kemitraan dengan lebih dari 600 pengusaha lokal, serta melibatkan 1.500 anggota Sampoerna Retail Community (SRC) dalam ekosistem distribusi produk tembakau bebas asap,” terang Ivan.
Program tersebut bahkan membuka lebih dari 1.300 lapangan kerja baru, yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya