Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gas untuk Negeri, Ilmu dan Ekonomi untuk Warga Pesisir Kalimantan
Kamis, 17 Juli 2025 19:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketika mimpi anak-anak pesisir Anggana menatap perguruan tinggi, di tempat lain para ibu rumah tangga di Dusun Danau Raya sedang memutar roda ekonomi dari dapur produksi jamur tiram.
Dua kisah ini berangkat dari wilayah Kalimantan Timur, dan keduanya bergerak dengan satu bahan bakar: energi sosial dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan anak-anak perusahaannya.
Di Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali menggelar Kelas Inspirasi Sarjana Pesisir angkatan ke-6.
Bertempat di lapangan migas South Processing Unit (SPU), 18 lulusan SMA/SMK/MA sederajat berkumpul bukan untuk belajar soal sumur minyak, melainkan menggali semangat menuntut ilmu hingga perguruan tinggi.
Mereka mengikuti sesi pengenalan operasi hulu migas dan diskusi bertema “Membangun Mimpi”.
Para pekerja PHM hadir sebagai mentor, berbagi cerita perjuangan mereka hingga bisa meniti karier. Suasana cair, penuh tanya-jawab, dan membuncahkan harapan baru.
Baca juga : Menekraf: Festival Ronthek Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Pacitan
Frans Alexander A. Hukum, Head of Communication Relations & CID PHM, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Sekolah Negeri Terapung yang menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan PHM.
“Kegiatan Kelas Inspirasi Sarjana Pesisir ini bertujuan mendampingi dan membimbing pelajar dari wilayah pesisir agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” ujar Frans.
Tak berhenti di motivasi, PHM juga mendorong akses nyata ke pendidikan tinggi. Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK) kembali digulirkan oleh PHI bersama anak perusahaannya.
Tahun 2024, sebanyak 15 penerima beasiswa dari keluarga pra-sejahtera kini tengah menempuh kuliah di universitas mitra. “Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata peran aktif PHM dalam implementasi pengelolaan kinerja Environmental, Social, and Governance atau ESG dan bertujuan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs, terutama Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan nomor 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim,” tambah Frans.
Senada dengan itu, Dony Indrawan, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, menyatakan bahwa pendidikan adalah kunci membangun masa depan.
“Kami percaya bahwa semangat dan potensi generasi muda di wilayah pesisir harus terus didukung dan difasilitasi. Untuk itu, melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan mereka bahwa masa depan yang cerah bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diraih,” jelas Dony.
Dony Indrawan
Baca juga : Piala Dunia Antarklub, Inter Milan dan Dortmund Jaga Asa
Sementara itu, di Desa Pinang Raya, Kecamatan Sangatta Selatan, wajah lain dari energi Kalimantan juga sedang bergerak. Di dusun Danau Raya, para perempuan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Berseri mengikuti pelatihan pengolahan produk turunan jamur tiram.
Bukan sekadar memasak, tapi membangun ekonomi dari dapur produksi rumahan. Melalui program BINTANG PERTIWI (Berdayakan Kampung Iklim dan Tangguh melalui Pertanian Inovatif Masa Kini), PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field memberikan pelatihan membuat olahan bernilai jual seperti keripik, bakso, nugget, hingga sambal berbahan dasar jamur tiram.
Sebelumnya, mereka hanya menjual jamur dalam bentuk mentah. Cahyo Nugroho, Field Manager PEP Sangatta Field menjelaskan, program pemberdayaan masyarakat ini diharapkan terus tumbuh sebagai bentuk kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional Perusahaan, khususnya mendukung SDG Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Tak hanya pelatihan, PEP Sangatta juga menyerahkan bantuan peralatan produksi seperti blender, standing pouch, mesin peniris minyak, dan lainnya.
Sri Subekti, Ketua KWT Berseri, menyambut antusias pelatihan ini. “Terima kasih kepada PEP Sangatta Field yang telah memfasilitasi pelatihan dan pemberian bantuan peralatan untuk dapur produksi kami dan telah mengadakan pelatihan ini yang sangat bermanfaat bagi anggota KWT Berseri,” ujarnya.

KWT Berseri kini sudah memiliki 11 rumah kumbung jamur tiram. Dony Indrawan pun menyebut keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Baca juga : Ulang Tahun ke-45 MedcoEnergi, Bangun Rumah Layak untuk Warga
“Kami meyakini bahwa keberhasilan dan keberlanjutan program CSR Perusahaan dan dampaknya, seperti program BINTANG PERTIWI ini, ditentukan oleh kemampuan untuk menangkap potensi lokal dan membangun kolaborasi dengan penerima manfaat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya,” jelas Dony.

Dari laut hingga ladang, dari ruang kelas ke dapur produksi, energi Kalimantan tak sekadar menyalakan listrik, tapi juga menyalakan harapan dan menggerakkan perubahan.
Inilah kontribusi nyata Pertamina Hulu Indonesia—bukan hanya dari kilang dan rig, tapi juga dari ruang belajar dan tangan-tangan ibu di desa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya