Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Dari sektor keuangan, Vice President BSI Bob Tyasika Ananta mengajak anak muda memanfaatkan potensi besar investasi hijau.
“Green financing adalah peluang masa depan. Pasarnya luar biasa,” kata Bob Ananta.
Dia menyoroti target ambisius BSI untuk masuk lima besar bank syariah global pada 2030 berbasis prinsip keberlanjutan.
Bob Ananta menjelaskan, implementasi keberlanjutan di BSI berjalan lewat tata kelola internal, pengembangan SDM dan kontribusi sosial di luar perbankan. Menurut Bob, BSI telah meluncurkan Sustainable Sukuk yang disambut pasar secara antusias.
Baca juga : Sikat Pengoplos Beras, Polri-Kejagung Gercep
“Oversubscribed sampai lima kali lipat. Ini sinyal bahwa pasar butuh produk hijau,” katanya.
Dia mendorong generasi muda untuk segera mengambil peran di sektor ini, dengan mengubah pola pikir sejak sekarang. Dia mengingatkan, agar anak muda mampu berpikir berkelanjutan, bukan hanya untuk bisnis, tapi juga dalam hidup sehari-hari.
“Jangan hanya mimpi jadi influencer,” ujarnya berseloroh.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar menjelaskan betapa besar tantangan dan peluang transformasi kelistrikan Indonesia. Saat ini, sekitar 66 persen energi masih bergantung pada batu bara, tapi PLN menargetkan transformasi radikal dalam 10 tahun ke depan.
Baca juga : Demokrat Maluku Targetkan Kirim Kader Ke Senayan
“Kami akan bangun 69,5 GW pembangkit, 76 persennya dari pembangkit EBT dan storage," ujar Suroso.
Rinciannya termasuk tenaga surya, angin dan air, didukung baterai penyimpanan dan gas sebagai energi peralihan.
Total kebutuhan investasinya mencapai 188 miliar dolar AS. Suroso menegaskan bahwa transformasi ini butuh tenaga kerja baru.
“Kita butuh engineer muda dan tenaga ahli di teknologi baru,” katanya.
Baca juga : BRI Salurkan KUR Rp 83,38 Triliun, Pertanian Jadi Motor Utama
Dia melihat keterbatasan SDM sebagai tantangan sekaligus peluang. “Saat ini tenaga ahli EBT masih minim. Tapi justru di sanalah peluang untuk kalian,” katanya.
Suroso menekankan, transisi energi bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga membentuk ekosistem kerja baru yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“Kalianlah pelaksana langsung masa depan sistem kelistrikan netral karbon,” tandasnya. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya