Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
PGN Tambah 40 Unit Converter Kit BBG untuk Kendaraan Online
Rabu, 30 Juli 2025 18:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), menambah pemasangan 40 unit converter kit Bahan Bakar Gas (BBG) untuk kendaraan daring sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendukung transisi energi bersih nasional.
Pemasangan alat konversi BBG dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PGN.
Sebanyak 30 kendaraan dikonversi di Jakarta dan 10 unit lainnya di Surabaya. Program ini dilaksanakan bersama anak usaha PGN, PT Gagas Energi Indonesia, dan Komunitas Mobil Gas (Komogas).
"Komitmen Indonesia menuju Net Zero Emissions 2060 membutuhkan kontribusi nyata dari seluruh sektor, termasuk energi dan transportasi. PGN mengambil peran aktif melalui program konversi BBG yang terbukti dapat menurunkan emisi karbon secara signifikan dan dapat segera diimplementasikan karena telah tersedia infrstrukturnya,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, Rabu (30/7/2025).
Baca juga : PGN Latih Teknisi BBG untuk Percepat Konversi Kendaraan Ramah Lingkungan
Konversi BBG memungkinkan kendaraan beroperasi dengan sistem bahan bakar ganda (BBG dan BBM). Hingga kini, PGN dan Komogas telah mengonversi 187 kendaraan sejak 2023.
Sebanyak 80 unit dikonversi melalui program CSR pada 2023, 67 unit pada 2024, dan 40 unit pada 2025.
Sementara itu, Komogas mencatat 102 unit dikonversi secara mandiri oleh anggotanya.
Direktur Utama Gagas Energi Indonesia Santiaji Gunawan, menyatakan bahwa pemanfaatan BBG juga memberikan manfaat ekonomi bagi pengemudi kendaraan daring.
Baca juga : PLN EPI Tanam 160 Ribu Bibit Energi, Gandeng Kementan Pulihkan Lahan
“Pemanfaatan BBG mendorong peningkatan kesejahteraan para pengemudi kendaraan online, karena dapat memberikan penghematan biaya bahan bakar hingga 30 persen. Harga BBG lebih ekonomis dibandingkan BBM, yakni Rp 4.500 per Liter Setara Premium (LSP),” ujarnya.
Menurut Ketua Komogas Andy Lala Lumban Gaol, anggotanya rata-rata mengisi 8–12 liter gas per transaksi.
Bahkan, ada anggota yang menempuh jarak hingga 10.987 kilometer dalam satu bulan dengan sekitar 80 persen penggunaan BBG.
“Ini menunjukkan bahwa ketersediaan infrastruktur BBG cukup memadai, kendaraan dapat menempuh jarak jauh hampir sepenuhnya dengan bahan bakar gas,” ujarnya.
Baca juga : 46 Tahun, Jaya Real Property Komit Bangun Generasi Berkualitas
Komogas juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi pemanfaatan BBG kepada anggota.
Sejak akhir 2024, komunitas ini melakukan pelatihan teknisi konversi BBG serta mengembangkan aplikasi mobile untuk memudahkan pencarian lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) terdekat.
Rentetan inisiatif tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-60 PGN, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDGs 9 (Infrastruktur dan Inovasi), serta SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
PGN menegaskan perannya sebagai perusahaan energi yang mendukung transisi menuju masa depan berkelanjutan dengan inovasi ramah lingkungan yang juga memberdayakan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya