Dark/Light Mode

Korban Kapal Sanur Ditemukan, Kemenhub Pastikan Langkah Terpadu

Rabu, 6 Agustus 2025 18:41 WIB
Operasi pencarian korban kecelakaan kapal cepat Bali Dolphin Cruise 2 di Bali
Operasi pencarian korban kecelakaan kapal cepat Bali Dolphin Cruise 2 di Bali

RM.id  Rakyat Merdeka - Operasi pencarian korban kecelakaan kapal cepat Bali Dolphin Cruise 2 resmi ditutup pada Rabu (6/8) pukul 13.30 WITA, setelah korban terakhir atas nama Kadek Adi Jaya Dinata ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bibir pantai di Pelabuhan Sanur pada pukul 13.05 WITA.

Korban merupakan salah satu awak kapal yang sebelumnya dinyatakan hilang. Jenazah telah dievakuasi ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Bali.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud menyampaikan, duka cita mendalam atas musibah yang merenggut tiga korban jiwa, serta apresiasi terhadap kerja keras seluruh pihak dalam operasi SAR gabungan.

"Atas nama Kementerian Perhubungan, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban," ujar Dirjen Masyhud dalam keterangannya Selasa (6/8/2025)

Dengan ditemukannya korban terakhir, jumlah korban telah sesuai dengan data manifest 75 penumpang: 73 selamat, 2 meninggal dunia dan 5 awak kapal 4 selamat, 1 meninggal dunia

Baca juga : Pemerintah Siapkan Layanan Khusus Pebisnis Disabilitas

Evakuasi Dan Proses Pencarian

Pencarian sebelumnya difokuskan pada bangkai kapal yang telah berpindah sejauh ±250 meter dari posisi semula di luar pelabuhan menuju area kolam Pelabuhan Sanur.

Tim SAR gabungan mengerahkan dua unit alat berat (excavator) untuk menghancurkan bagian lambung kapal, guna memudahkan penyisiran dan evakuasi korban.

"Terima kasih kepada seluruh unsur SAR, KSOP Benoa, Basarnas, TNI, Polri, dan seluruh pihak yang telah bekerja cepat dan terpadu sejak awal kejadian,"tambah Masyhud.

Diketahui, Kapal Bali Dolphin Cruise 2 milik PT Sucikra Jaya Mandiri tenggelam pada Selasa (5/8) pukul 15.15 WITA, saat dalam pelayaran dari Pelabuhan Nusa Penida menuju Sanur.

Baca juga : Yusril: Amnesti dan Abolisi untuk Hasto dan Lembong Sudah Tepat

Kapal mengangkut 75 penumpang dan 5 kru, dengan nakhoda I Kadek Ariawan. Kapal berlayar dalam kondisi laik laut dan cuaca cerah. Namun, sekitar satu mil laut dari Pelabuhan Sanur, kapal dihantam ombak dari sisi kiri, hingga terbalik dan kandas pada kedalaman 5–6 meter.

Dirjen Masyhud menegaskan, bahwa Ditjen Perhubungan Laut langsung mengambil langkah tanggap darurat sejak menerima laporan kejadian.

"Begitu menerima informasi, kami segera membentuk Posko Darurat di Pelabuhan Sanur bersama Tim SAR Gabungan. Evakuasi dilakukan dengan mengerahkan kapal patroli KNP 515. Seluruh unsur keselamatan bergerak secara terintegrasi,” tegasnya.

Sebagai bagian dari proses penanganan, KSOP Benoa telah mengamankan nakhoda dan kru kapal untuk dimintai keterangan.

Proses investigasi kecelakaan tengah berjalan, termasuk penyusunan Informasi Kecelakaan Kapal (IKK), Laporan Kecelakaan Kapal (LKK), serta pemeriksaan pendahuluan oleh Pejabat Pemeriksa Kecelakaan Kapal melalui Berita Acara Pemeriksaan Pendahuluan (BAPP).

Baca juga : Gempa Rusia, Kemlu RI Pastikan WNI Aman

Jika ditemukan dugaan pelanggaran tindak pidana pelayaran, Ditjen Hubla akan melibatkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami mengapresiasi sinergi cepat seluruh instansi terkait. Ditjen Hubla juga mengimbau seluruh operator kapal wisata untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan senantiasa mematuhi standar keselamatan pelayaran,"pungkasnya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.