Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Segmen Ritel Tunjukkan Tren Positif
BTN Perkuat Strategi Himpun Dana Murah
Jumat, 8 Agustus 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memperkuat Strategi untuk menghimpun dana murah di semester II-2025. Sebab, sumber dana itu menunjukkan tren positif.
Salah satu upaya itu antara lain dengan mengandalkan produk digitalnya, Bale by BTN dan Bale Korpora by BTN, untuk mendukung loyalitas nasabah berbasis transaksi.
Hingga akhir Mei 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) segmen retail BTN tercatat sebesar Rp 65,65 triliun, atau sekitar 93,5 persen dari target semester berjalan.
Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menyebutkan, penguatan strategi penghimpunan dana murah pada semester II-2025 dengan cara mengkonsolidasikan pengelolaan produk DPK.
Baca juga : Rosan: Investasi Butuh Kepastian, Bukan Kejutan
Rully menjelaskan, sejauh ini kontribusi DPK BTN masih didominasi tabungan institusi.
“Sementara pertumbuhan dana ritel individu, terutama dari tabungan transaksional, memiliki ruang yang besar untuk peningkatan,” kata Rully dalam keterangan resmi, Kamis (7/8/2025).
Rully melanjutkan, target dana ritel atau nasabah perorangan itu sekitar Rp 3 triliun per bulan, belum termasuk dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tren itu sudah terlihat sejak Juli dan diharapkan pertumbuhannya konsisten.
“Secara keseluruhan, kami menargetkan pertumbuhan DPK sekitar 2 persen di atas pertumbuhan kredit,” ucapnya.
Baca juga : Warga Ciliwung Ngarep Dapatkan Ganti Untung
Dia menegaskan, penguatan dana murah dilakukan secara terukur dan berbasis eksekusi di lapangan, dengan memusatkan seluruh pengelolaan tabungan, giro, dan deposito ke dalam divisi khusus untuk pendanaan ritel.
“Langkah ini bertujuan memperkuat fokus pada penghimpunan dana murah yang berkelanjutan, melalui produk-produk transaksional yang efisien dari sisi biaya dana (Cost of Fund/CoF),” jelasnya.
Selanjutnya, untuk menopang pertumbuhan dana ritel, BTN mengarahkan fokus pada tiga area strategis.
Pertama, imbuhnya, perseroan menggarap potensi nasabah UMKM dan payroll berdasarkan pemetaan nasional, yang ditindaklanjuti oleh unit kerja di lapangan.
Baca juga : Acha Septriasa, Cerai, Asuh Anak Bareng Eks Suami
Kedua, memaksimalkan potensi bisnis lokal di sekitar kantor cabang, khususnya dari sektor properti, pendidikan, dan kesehatan.
Ketiga, memperkuat hubungan dengan nasabah existing, khususnya yang terkait dengan core business BTN di Housing Ecosystem, melalui peningkatan kepemilikan produk. Termasuk integrasi layanan digital lewat aplikasi Bale by BTN.
Lewat pemanfaatan platform Bale, emiten berkode saham BBTN ini ingin memastikan setiap relasi nasabah tidak berhenti di pembukaan rekening saja.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya