Dark/Light Mode

Segmen Ritel Tunjukkan Tren Positif

BTN Perkuat Strategi Himpun Dana Murah

Jumat, 8 Agustus 2025 07:05 WIB
Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan. (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)
Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan. (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memperkuat Strategi untuk menghimpun dana murah di semester II-2025. Sebab, sumber dana itu menunjukkan tren positif.

Salah satu upaya itu antara lain dengan mengandalkan produk digitalnya, Bale by BTN dan Bale Korpora by BTN, untuk mendukung loyalitas nasa­bah berbasis transaksi.

Hingga akhir Mei 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) segmen retail BTN tercatat sebesar Rp 65,65 triliun, atau sekitar 93,5 persen dari target semester berjalan.

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menyebutkan, penguatan strate­gi penghimpunan dana murah pada semester II-2025 dengan cara mengkonsolidasikan pengelolaan produk DPK.

Baca juga : Rosan: Investasi Butuh Kepastian, Bukan Kejutan

Rully menjelaskan, sejauh ini kontribusi DPK BTN masih didominasi tabungan institusi.

“Sementara pertumbuhan dana ritel individu, terutama dari tabungan transaksional, memiliki ruang yang besar untuk peningkatan,” kata Rully dalam keterangan resmi, Kamis (7/8/2025).

Rully melanjutkan, target dana ritel atau nasabah per­orangan itu sekitar Rp 3 triliun per bulan, belum termasuk dari Usaha Mikro, Kecil dan Menen­gah (UMKM). Tren itu sudah terlihat sejak Juli dan diharap­kan pertumbuhannya konsisten.

“Secara keseluruhan, kami menargetkan pertumbuhan DPK sekitar 2 persen di atas pertum­buhan kredit,” ucapnya.

Baca juga : Warga Ciliwung Ngarep Dapatkan Ganti Untung

Dia menegaskan, penguatan dana murah dilakukan secara terukur dan berbasis eksekusi di lapangan, dengan memusatkan seluruh pengelolaan tabungan, giro, dan deposito ke dalam divisi khusus untuk pendanaan ritel.

“Langkah ini bertujuan mem­perkuat fokus pada penghimpunan dana murah yang berkelan­jutan, melalui produk-produk transaksional yang efisien dari sisi biaya dana (Cost of Fund/CoF),” jelasnya.

Selanjutnya, untuk menopang pertumbuhan dana ritel, BTN mengarahkan fokus pada tiga area strategis.

Pertama, imbuhnya, perse­roan menggarap potensi nasabah UMKM dan payroll berdasarkan pemetaan nasional, yang ditindaklanjuti oleh unit kerja di lapangan.

Baca juga : Acha Septriasa, Cerai, Asuh Anak Bareng Eks Suami

Kedua, memaksimalkan po­tensi bisnis lokal di sekitar kantor cabang, khususnya dari sektor properti, pendidikan, dan kesehatan.

Ketiga, memperkuat hubungan dengan nasabah existing, khu­susnya yang terkait dengan core business BTN di Housing Eco­system, melalui peningkatan kepemilikan produk. Termasuk integrasi layanan digital lewat aplikasi Bale by BTN.

Lewat pemanfaatan platform Bale, emiten berkode saham BBTN ini ingin memastikan setiap relasi nasabah tidak berhenti di pembukaan rekening saja.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.