Dark/Light Mode

KPI Perkuat Tata Kelola Berbasis ESG untuk Dorong Keberlanjutan

Jumat, 15 Agustus 2025 08:45 WIB
Ilustrasi. (Dok. Kilang Pertamina Internasiona/KPI)
Ilustrasi. (Dok. Kilang Pertamina Internasiona/KPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kilang Pertamina Internasional (KPI) menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola perusahaan berbasis prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG) guna memastikan keberlanjutan bisnis.

Langkah ini mencakup penguatan keamanan siber dan penerapan etika bisnis yang konsisten di seluruh unit usaha.

"Pada aspek tata kelola, setidaknya ada dua hal penting yang saat ini terus diperkuat di KPI. Pertama mengenai cyber security atau keamanan siber yaitu bagaimana kami melindungi sistem komputer, jaringan, perangkat, dan data dari serangan digital atau akses yang tidak sah. Yang kedua adalah terkait dengan memperkuat prinsip-prinsip etika perusahaan dalam menjalankan operasional," kata Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, Kamis (14/8/2025).

Milla menjelaskan, keamanan siber yang diterapkan KPI mengacu pada praktik terbaik di industri.

Baca juga : IISMEX 2025 Dibuka, Pameran Internasional Dorong Solusi Kota Berkelanjutan

“Di era digital saat ini, keamanan siber tentu hal yang sangat krusial dalam operasional perusahaan. Oleh karena itu, KPI terus memperkuat kapasitasnya dalam memastikan keamanan sibernya termasuk mewajibkan pekerja melaksanakan berbagai kebijakan terkait penggunaan akun, kata sandi, maupun pelatihan,” ujarnya.

KPI juga memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG) untuk menciptakan operasional yang transparan dan bertanggung jawab.

“KPI meneguhkan diri sebagai korporasi energi modern, namun juga menjunjung tinggi etika, transparansi, dan keberlanjutan. Kami yakin, implementasi GCG yang konsisten akan memperkuat kepercayaan publik dan para pemangku kepentingan,” kata Milla.

Penguatan GCG mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03 Tahun 2023, serta sejumlah dokumen korporasi seperti Code of Corporate Governance, Code of Conduct, dan pedoman pengendalian gratifikasi, konflik kepentingan, dan pelaporan harta kekayaan.

Baca juga : Jasa Raharja Dorong Penguatan Tata Kelola Risiko Di Industri Asuransi

KPI juga mengadopsi empat pilar Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia (PUG-KI) 2021, yaitu perilaku beretika, akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan.

“Empat pilar tersebut menjadi fondasi budaya tata kelola yang dijalankan KPI, untuk memastikan setiap kegiatan korporasi mengedepankan kejujuran, tanggung jawab sosial, serta pengelolaan informasi yang dapat diakses oleh pemangku kepentingan,” kata Milla.

KPI memandang penguatan tata kelola sebagai strategi untuk mendorong kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Perusahaan telah menerbitkan Roadmap Keberlanjutan, membentuk Komite Keberlanjutan, dan menginisiasi berbagai program ESG untuk memperkuat ekosistem hijau.

Baca juga : Pertamina Perkuat Peta Jalan NZE Untuk Ketahanan Dan Keberlanjutan Energi

“KPI tidak hanya mengadopsi prinsip ESG, tetapi juga menjadikannya sebagai kompas dalam pengambilan keputusan dan pelaporan kinerja. Dengan ESG, KPI menunjukkan bahwa tata kelola, keberlanjutan, dan profitabilitas bisa berjalan beriringan,” ujar Milla.

KPI merupakan anak perusahaan Pertamina yang mengelola bisnis pengolahan minyak dan petrokimia sesuai prinsip ESG.

Perusahaan juga terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal UNGC dalam strategi operasionalnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.