Dark/Light Mode

BI Pastikan Inflasi Dan Rupiah Stabil

Suku Bunga Turun, Pacu Pebisnis Lebih Ekspansif

Senin, 25 Agustus 2025 07:05 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Tercermin dari nilai pener­bitan SRBI yang menurun dari posisi akhir Desember 2024 sebesar Rp 923,25 triliun, men­jadi Rp 320,01 triliun per 19 Agustus 2025.

“Upaya ini untuk mendukung kecukupan likuiditas pasar, baik di pasar uang maupun per­bankan,” jelasnya.

Penerbitan SRBI merupakan salah satu bagian dari operasi moneter pro-market, guna mendukung transmisi kebijakan pendalaman pasar uang. Sekaligus menjaga aliran modal masuk dalam rangka mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Ronald memastikan, di tengah penurunan outstand­ing dan yield, transaksi SRBI di pasar sekunder masih terjaga dengan baik.

Baca juga : Emak-emak Bakal Dilatih Sulap Sampah Jadi Cuan

BI merinci, mayoritas pemilik SRBI adalah perbankan senilai Rp 549,76 triliun, atau sebesar 74,21 persen. Kemudian, BI sebesar Rp 11,8 triliun atau 1,6 persen, dan investor dalam negeri Rp 32,3 triliun atau 4,37 persen.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, apakah indikator ke depan bakal membuat BI Rate kembali ditu­runkan, Indonesia membutuhkan ruang-ruang kebijakan yang mampu untuk terus mendu­kung pertumbuhan ekonomi lebih cepat. Khususnya di tengah tekanan ekonomi global saat ini.

“Ke depan, BI akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga untuk mendorong per­tumbuhan ekonomi lebih tinggi, sejalan dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi ke depan,” jelas­nya dalam pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 19-20 Agustus 2025 secara virtual, Rabu (20/8/2025).

Dihubungi terpisah, ekonom senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Per­bankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto menyakini, penurunan suku bunga acuan atau BI Rate bakal merangsang pelaku usaha untuk lebih ekspansif.

Baca juga : Tambah Alokasi KUR, Pemerintah Andalkan UMKM Kebut Pertumbuhan Ekonomi

“Karena penurunan BI Rate harusnya selalu diikuti oleh pe­nyesuaian suku bunga simpanan maupun kredit oleh perbankan,” ujar Ryan kepada Rakyat Merde­ka, kemarin

Dengan bunga kredit yang juga turun, keputusan BI di­harapkan merangsang pelaku usaha guna meningkatkan per­mintaan fasilitas kredit, terutama kredit produktif.

Tak hanya itu, Ryan juga mengapresiasi langkah Bank Sentral yang terus melakukan harmonisasi kebijakan moneter dan fiskal. Termasuk kebijakan perpajakan yang harus ditopang kepastian hukum, stabilitas sosial-politik, serta regulasi perizinan investasi yang ramah.

“Dengan dukungan ini, iklim investasi diyakini semakin me­narik bagi investor domestik maupun asing,” katanya.

Baca juga : Minta Amnesti Ke Prabowo, Noel Dicuekin Istana

Ryan menilai, penurunan BI Rate mencerminkan posisi kuat lembaga tersebut dalam mendu­kung pertumbuhan (pro-growth) dengan dasar pertimbangan rasional. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.