Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jurus Cepat Jinakkan Harga, Segera Gaet Pedagang Banjiri Beras Di Pasar
Minggu, 31 Agustus 2025 06:30 WIB
Sebelumnya
Dari 226.005 ton itu, kata dia, 181.192 ton di antaranya tersalur pada Januari hingga pekan pertama Februari 2025. Artinya, dari 14 Juli-27 Agustus 2025 tersalur 93.780 ton, atau rerata hanya 2.084 ton per hari. Walaupun dalam beberapa hari terakhir volume penyaluran harian diklaim mendekati 7.000 ton.
“Meskipun mulai membaik, jumlah aliran harian ini masih terlalu kecil,” sambungnya.
Ia pun melihat, operasi pasar juga harus dikombinasikan dengan penyaluran tetap yaitu Bantuan Pangan NonTunai (BPNT).
Baca juga : Tambah Sumber Pendapatan, DKI Didorong Garap Aset Parkiran GOR
Saat ini tidak ada penyaluran tetap beras yang dikelola Bulog.
Dulu, sambung dia, ketika ada penyaluran tetap seperti Raskin, jumlahnya tergolong besar, karena setara memenuhi 40 persen kebutuhan konsumsi keluarga.
“Keluarga penerima Raskin hanya perlu membeli kekurangannya saja. Ini membuat permintaan beras di pasar menurun. Harga pun turun,” tuturnya.
Baca juga : Sembunyikan Aset, KPK Bakal Menjerat ‘Sultan’ Kemnaker Dengan Pasal TPPU
Sekarang di gudang Bulog terdapat stok beras 3,933 juta ton, yang mana sebagian besar berupa Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Sedangkan, stok komersial hanya 13.900 ton.
Jika diasumsikan target penyaluran SPHP 1,3 juta ton dari Juli-Desember 2025 tercapai dan 366 ribu ton bantuan pangan beras tersalurkan semua, maka stok beras akhir tahun Bulog masih sebesar 2,684 juta ton.
“Ini jumlah yang besar, agar stok akhir tahun tinggal 1,2 juta ton. Berarti 1,48 juta ton beras harus disalurkan di 4 bulan tersisa tahun ini,” katanya.
Baca juga : Inter Milan Vs Udinese, Si Ular Besar Siap Caplok Zebra Kecil
Untuk itu, agar harga beras terkendali, maka bantuan pangan beras sebanyak 10 kg per bulan per keluarga kepada 18,3 juta keluarga, sebaiknya dilanjutkan mulai September hingga Desember 2025.
Bahkan bila perlu, dia menyarankan, per keluarga menerima 15 kg per bulan. Sehingga, total penyalurannya mencapai 1,098 juta ton beras.
“Sisanya sebesar 382 ribu ton beras bisa untuk golongan anggaran, atau bantuan sosial dan pos-pos lain,” sambungnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya