Dark/Light Mode

Penyaluran Di Kuartal II-2025 Moncer

Kredit Bank Mandiri Tumbuh Double Digit

Sabtu, 20 September 2025 06:35 WIB
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini (kedua kiri) bersama jajaran direksi lainnya dalam Paparan Kinerja Kuartal II 2025 Bank Mandiri di Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Foto: Dok. Bank Mandiri)
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini (kedua kiri) bersama jajaran direksi lainnya dalam Paparan Kinerja Kuartal II 2025 Bank Mandiri di Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Foto: Dok. Bank Mandiri)

 Sebelumnya 
Terbukti, kinerja keuangan Bank Mandiri tetap diiringi dengan prinsip kehati-hatian. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) Gross Bank Mandiri terjaga di level 1,08 persen secara bank only, lebih baik dibandingkan rata-rata industri sebesar 2,22 persen bila merujuk data OJK di periode Juni 2025. 

Selain itu, rasio pencadangan atau NPL Coverage Ratio Bank Mandiri mencapai 273 persen, mencerminkan ketahanan finansial yang solid dalam mengantisipasi risiko. 

Pihaknya berkomitmen memastikan pertumbuhan kredit yang sehat dengan manajemen risiko yang disiplin. 

Baca juga : Menkeu Kucurkan Dana Segar Rp 200 Triliun Ke Himbara

“Dengan cara ini, profitabilitas dapat terjaga secara konsisten,” tegas Novita. 

Meski begitu, laba bersih Bank Mandiri tercatat menurun sebesar 7,7 persen yoy menjadi Rp 24,5 triliun dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 26,55 triliun. 

Dana Pihak Ketiga (DPK) pun solid. Hingga akhir Juni 2025, total DPK konsolidasi mencapai Rp 1.828 triliun, meningkat 10,7 persen yoy dan berhasil tumbuh di atas rata-rata industri. 

Baca juga : Duh, Pasar Tanah Abang Sepi Pembeli Dan Kumuh

Pertumbuhan DPK tersebut didorong oleh peningkatan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang mencapai 78,4 persen, memperkuat likuiditas dan efisiensi biaya dana. 

“Kami secara konsisten akan terus melanjutkan strategi pertumbuhan yang berbasis ekosistem dan digitalisasi,” tuturnya. 

Novita menegaskan, fokus utama Bank Mandiri adalah meningkatkan CASA berbasis transaksional, baik di segmen wholesale maupun retail, untuk menjaga biaya dana tetap efisien. 

Baca juga : Manchester United Vs Chelsea, Duel Raksasa Buruk Rupa

“Strategi ini kami lakukan agar Bank Mandiri tetap menjadi main transactional bank bagi nasabah,” tambahnya. 

Dia melanjutkan, optimalisasi CASA menjadi strategi penting agar Bank Mandiri dapat menyediakan pendanaan yang efisien. 

“Hal ini juga memperkuat struktur likuiditas dalam mendukung ekspansi kredit secara berkelanjutan,” katanya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.