Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Permintaan Kredit Capai Rp 7 Triliun Per Bulan
BTN Pede Bisa Serap Likuiditas Rp 25 Triliun
Senin, 22 September 2025 06:35 WIB
Sebelumnya
Menyoal optimisme dana bakal terserap habis, Direktur Finance and Strategy BTN Nofry Rony Poetra menyebut hal tersebut didasarkan pada perhitungan rata-rata penyaluran kredit per bulannya pada perseroan.
BTN mencatat, penyaluran tersebut mencapai sekitar Rp 6 triliun hingga Rp 7 triliun, baik untuk melayani ekosistem perumahan yang cakupannya luas, maupun kredit non-perumahan, yang saat ini juga menjadi salah satu motor realisasi pembiayaan di BTN.
“Sehingga kalau akhir tahun itu (harusnya) Rp 25 triliun sudah terserah habis. Itu juga sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) kami,” jelasnya.
Baca juga : Menperin Pacu Potensi Ekspor Dan Buka Loker
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menyalurkan dana sebesar Rp 200 triliun ke Himbara, dengan tujuan menggairahkan perekonomian. Dana tersebut dapat digunakan selama jangka waktu enam bulan dan dapat diperpanjang.
Nixon kembali menjelaskan, bahwa injeksi likuiditas tersebut serupa dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) saat pandemi Covid-19. Kala itu, sejumlah dana Pemerintah ditempatkan di bank-bank milik negara untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Dan BTN mendapatkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 10 triliun untuk disalurkan sebagai kredit.
“Hasilnya, ekonomi berangsur pulih dan bank-bank dapat mengembalikan dana tersebut ke negara setelah dua tahun,” terang Nixon.
Tekan Biaya Dana
Baca juga : Event Parade Jalan Cinta Ramaikan Car Free Day
Nixon menilai, tambahan likuiditas Rp 25 triliun dapat memberikan dorongan lebih bagi perseroan untuk terus menurunkan biaya dana (cost of fund), terutama setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan (BI Rate) hingga 125 basis poin (bps) dalam satu tahun ke belakang.
Sebagai langkah konkret, Nixon mengungkapkan, BTN telah menurunkan bunga deposito special rate tidak lama setelah tambahan dana segar dari Pemerintah diterima perseroan.
Alhasil, pada Jumat (12/9/2025) diputuskan penempatan dana oleh Pemerintah, lalu Senin (15/9/2025) Nixon memutuskan untuk menurunkan bunga special rate deposito 50 bps.
Baca juga : KPK-Kemenkes Susun Strategi Pencegahan
“Dana Rp 25 triliun membantu BTN menurunkan suku bunga dana mahal dan kami akan memastikan special rate akan terus turun hingga akhir tahun,” ujarnya.
Ujungnya, kata Nixon, langkah tersebut dapat berdampak positif pada profitabilitas BTN yang akan terefleksi pada margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) perseeroan.
Tren penurunan biaya dana di BTN belakangan juga telah berkontribusi pada NIM yang meningkat 139 bps ke level 4,4 persen hingga semester I-2025. [EFI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya