Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
GDPS Serap 6.927 Tenaga Kerja, Perkuat Pertumbuhan Ekonomi
Selasa, 23 September 2025 09:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), anak usaha Garuda Indonesia Group, terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam penyediaan tenaga kerja profesional lintas industri.
Sejak berdiri pada 2019, GDPS memperluas layanannya dari sektor aviasi ke berbagai sektor lain, mulai dari oil & gas, logistik, teknologi, FMCG, energi, pendidikan hingga otomotif. Ekspansi ini mempertegas kapasitas GDPS dalam menghadirkan solusi tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Baca juga : Pemerintah Gencarkan Efisiensi Anggaran untuk Percepat Pemerataan Ekonomi
Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah Tenaga Alih Daya (TAD) yang dikelola. Pada tahun 2022, GDPS mengelola 3.273 TAD, dan sampai dengan pertengahan tahun 2025 ini jumlah tersebut telah meningkat 111 persen menjadi 6.927 TAD yang tersebar di 93 kota di seluruh Indonesia, dengan konsentrasi terbesar berada di kawasan Jabodetabek. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan skala layanan sekaligus kepercayaan klien dari berbagai sektor terhadap kompetensi GDPS.
“Pertumbuhan ini merupakan bukti nyata bahwa GDPS terus melakukan inovasi dan menjaga relevansi layanannya di tengah dinamika industri. Kami tidak hanya berkomitmen mendukung kebutuhan customer semata, tetapi juga membangun ekosistem tenaga kerja yang tangguh dan berdaya saing global,” ujar Direktur Utama GDPS, Cornelis Radjawane.
Baca juga : Prabu: Supremasi Sipil Menjaga Kedaulatan Rakyat
Peningkatan jumlah tenaga kerja ini sekaligus menunjukkan kontribusi GDPS terhadap perekonomian nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2025 mencapai 7,28 juta orang, naik sekitar 83 ribu orang dibanding tahun sebelumnya. Melalui model outsourcing adaptif, GDPS berperan sebagai jembatan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja, sehingga membuka lapangan kerja baru di berbagai sektor strategis.
“Ke depan, kami berharap dapat memperluas kesempatan kerja di berbagai sektor dan wilayah, sehingga kontribusi terhadap perekonomian nasional semakin nyata. Kami ingin menciptakan tenaga kerja yang lebih produktif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global,” tambah Cornelis.
Baca juga : Kementrans Perketat Pengawasan Anggaran
Tak hanya di pasar domestik, GDPS juga melebarkan sayap ke kancah internasional. Perusahaan menjalin kerja sama strategis dengan PNG Air, maskapai penerbangan asal Papua Nugini, serta berpartisipasi dalam MRO Asia Pacific 2025 di Singapura. Melalui forum tersebut, GDPS membuka peluang kerja sama dengan berbagai perusahaan global di sektor Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).
Cornelis menegaskan, ke depan GDPS akan memperkuat komitmen melalui layanan berbasis teknologi, perluasan jaringan kemitraan, serta pengelolaan tenaga kerja yang lebih adaptif. Dengan inovasi berkelanjutan dan orientasi pada kebutuhan industri, GDPS optimistis dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pelanggan sekaligus mendukung penyerapan tenaga kerja nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya