Dark/Light Mode

Nilainya Diperkirakan Capai Rp 16.544 Triliun

ASEAN Jadi Pasar Digital Paling Dinamis Di Dunia

Rabu, 8 Oktober 2025 06:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam The 14th ASEAN Digital Economy Framework Negotiating Committee Meeting, di Jakarta, Selasa (7/10/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam The 14th ASEAN Digital Economy Framework Negotiating Committee Meeting, di Jakarta, Selasa (7/10/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

 Sebelumnya 
Menanggapi dukungan regulasi nasional, Airlangga menjelaskan bahwa substansi Kerangka Ekonomi Digital ASEAN telah selaras dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. 

Mantan anggota DPR ini menegaskan, Pemerintah tidak menetapkan biaya masuk untuk transaksi digital lintas batas di kawasan. Hal ini sejalan dengan komitmen terhadap kebijakan moratorium bea digital. 

Pada kesempatan itu, Airlangga juga menanggapi dinamika perdagangan dan tarif resiprokal dengan AS. Menurutnya, pembahasan melalui video conference tertunda akibat penutupan sementara (shutdown) Pemerintahan AS. 

Baca juga : Ditunggu Nih, Aksi Nyata DKI Atasi Buruknya Polusi

“Kami masih memantau perkembangan. Saya akan berbicara dengan United States Trade Representative (USTR) untuk menentukan langkah selanjutnya. Saat ini jadwal perundingan belum bisa dipastikan,” ujarnya. 

Airlangga juga menegaskan, proses legal scrubbing atau penyelarasan hukum terkait perpanjangan tarif masih berlangsung. Hal itu akan dituangkan lebih rinci dibandingkan pengumuman sebelumnya. 

“Penentuan pihak yang akan menandatangani dokumen kerja sama juga masih dalam tahap pembahasan antarnegara anggota,” ujar politisi Partai Golkar itu. 

Baca juga : Kasus Kuota Haji, Eks Bendahara Amphuri Ditanya Pertemuan Dengan Eks Menag

Di luar isu digital, Airlangga juga menyinggung perkembangan nilai tukar rupiah dan kebijakan subsidi kendaraan listrik. 

Menurutnya, Pemerintah melakukan evaluasi ekonomi secara dinamis, menimbang pergerakan pasar modal yang saat ini mencatat rekor tertinggi (all time high). 

“Rupiah memang sempat melemah, tetapi pasar modal kita justru menunjukkan performa yang kuat. Semua aspek terus kita evaluasi,” katanya. 

Baca juga : Indonesia Vs Arab Saudi, Berat Tapi Menantang

Terkait subsidi kendaraan listrik, Airlangga menegaskan, Pemerintah masih mengkaji kelanjutan program tersebut hingga akhir tahun. 

“Nanti kita lihat. Evaluasinya terus berjalan dan hasilnya akan diumumkan setelah seluruh kajian selesai,” pungkasnya. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.