Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indonesia Salt Institute Didorong Wujudkan Swasembada Garam Nasional
Rabu, 8 Oktober 2025 15:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah tengah menyiapkan pembentukan Indonesia Salt Institute atau Institut Garam Nasional sebagai langkah strategis menuju kemandirian garam nasional.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyebut lembaga ini akan menjadi wadah kolaborasi antara pelaku usaha, akademisi, dan mitra pembangunan dalam memperkuat ekosistem pergaraman Indonesia.
“Kami akan membangun Indonesia Salt Institute yang merupakan kombinasi antara pelaku usaha, akademisi, dan mitra pembangunan yang nantinya akan menjadi milestone dalam program swasembada garam kita,” ujar Rachmat dalam agenda penandatanganan kerja sama pengembangan lahan garam dan industri di Gedung Bappenas, Jakarta.
Struktur awal lembaga ini akan melibatkan sejumlah tokoh strategis. Di jajaran Board of Advisors terdapat Rachmat Pambudy (Menteri PPN/Bappenas), Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), serta Abraham Mose (Direktur PT Garam).
Adapun Board of Directors akan diisi oleh Prof. Michael Gautama, Prof. Suhaedi, dan Dr. Y. Paonganan.
Rachmat menjelaskan, garam memiliki potensi nilai tambah yang jauh lebih besar dari sekadar bahan konsumsi rumah tangga. Garam dapat dikembangkan menjadi bahan baku kosmetika, farmasi, industri, hingga baterai.
Baca juga : PLN EPI Perkuat Rantai Pasok Gas untuk Dorong Ketahanan Energi Nasional
“Kami ingin mengembangkan garam, agar bisa digunakan di bidang kedokteran, industri, dan bahan-bahan lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi, tidak hanya sekadar garam krosok atau garam pengawet makanan saja,” ucapnya.
Kerja sama dengan K-Utec Salt Technology Germany, PT Garam, serta sejumlah pemerintah daerah diharapkan dapat menghasilkan garam dengan kualitas industri yang tinggi.
Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia Salt Institute akan berperan penting dalam memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan teknologi garam berbasis nilai tambah.
Beberapa daerah yang menandatangani kerja sama pengembangan lahan garam dan industri meliputi Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Timor Tengah Utara di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Kabupaten Gresik di Jawa Timur.
“Kami berharap, kerja sama ini menjadi momentum untuk mengembangkan industri garam secara terintegrasi yang juga melibatkan petani,” ujar Rachmat.
Langkah pembentukan Institut Garam Nasional dilakukan di tengah kebutuhan besar akan garam industri dalam negeri.
Baca juga : Persija Dihadang Dua Tuan Rumah: Persebaya Dan Madura United
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi garam nasional pada 2023 mencapai 2,5 juta ton, melebihi target 1,7 juta ton.
Namun kebutuhan nasional masih sekitar 4,9 hingga 5 juta ton per tahun, dengan sebagian besar diserap sektor industri.
Kementerian PPN/Bappenas menargetkan swasembada garam dapat tercapai pada 2027, seiring pengembangan kawasan produksi baru di berbagai daerah, termasuk proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) seluas 10.000 hektare di Rote Ndao, NTT.
Pemerintah juga mempercepat transformasi tambak tradisional menuju tambak modern melalui penerapan teknologi seperti vacuum salt, geomembran, mekanisasi, dan sistem pengolahan berbasis efisiensi energi.
Upaya ini sejalan dengan agenda hilirisasi komoditas kelautan agar garam Indonesia tidak hanya menjadi bahan baku, tetapi mampu menghasilkan produk turunan bernilai tinggi.
Keberadaan Indonesia Salt Institute diharapkan menjadi ujung tombak penguatan riset, inovasi, dan transfer teknologi dalam sektor pergaraman nasional.
Baca juga : Baret Biru Indonesia Siap Ditugaskan Ke Gaza: Amanah Besar
Lembaga ini akan fokus meningkatkan standar dan mutu produksi agar garam nasional memenuhi spesifikasi industri, mendorong hilirisasi produk turunan seperti farmasi, kosmetik, dan baterai, serta membuka ruang bagi petambak rakyat untuk terlibat aktif dalam rantai industri.
Selain berorientasi ekonomi, pengembangan garam nasional juga menuntut perhatian terhadap aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Ekspansi tambak baru perlu mempertimbangkan ekosistem pesisir dan keseimbangan sumber daya alam.
Pemerintah berkomitmen, agar setiap kebijakan dan proyek pembangunan industri garam tetap memperhatikan dampak ekologis serta kesejahteraan masyarakat lokal.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap program swasembada garam tidak hanya menjadi slogan, tetapi kebijakan nyata yang berbasis riset, inovasi, dan keberlanjutan.
Indonesia Salt Institute diharapkan menjadi fondasi baru bagi kemandirian industri garam nasional sekaligus simbol kebangkitan ekonomi kelautan Indonesia di masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya