Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Aktif Buka Pasar Baru, Industri Otomotif RI Jangkau 100 Negara
Sabtu, 11 Oktober 2025 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat industri otomotif nasional yang dinilai menjadi salah satu motor penggerak penciptaan lapangan kerja di Tanah Air. Lebih dari 1,1 juta tenaga kerja berpotensi terserap. Terdiri atas 100 ribu pekerja langsung dan 1 juta tenaga kerja tidak langsung di sepanjang rantai nilai industri.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pasar otomotif global menunjukkan daya tahan dan terus bertumbuh. Total penjualan kendaraan baru dunia tahun 2024 mencapai 92,5 juta unit, dengan kendaraan konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) masih mendominasi sebesar 80,8 persen atau 74,7 juta unit.
Untuk kawasan Asia Tenggara, penjualan kendaraan tahun 2024 tercatat sekitar 3,15 juta unit, dengan dominasi ICE mencapai 93,7 persen atau 2,95 juta unit. Pasar regional diproyeksikan konsisten tumbuh hingga 3,34 juta unit pada 2030.
“Perlu untuk meningkatkan penetrasi mobil produksi nasional di pasar global. Tahun lalu, nilai ekspor mobil kita mencapai 6 miliar dolar AS (Rp 99 triliun). Sementara, ekspor industri roda empat pada periode Januari–Agustus 2025 mencapai 375 ribu unit. Gaikindo menargetkan 500 ribu unit hingga akhir tahun,” kata Airlangga dalam acara Tiga Juta Ekspor bagi Indonesia, Perjalanan Tumbuh Bersama Membangun Kesejahteraan Bangsa, di Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Baca juga : Belanja Cerdas, Konsumen Diingatkan Tak Kebablasan
Menurutnya, pencapaian monumental PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang menembus 3 juta unit ekspor, menjadi bukti daya saing Indonesia di pasar global.
“Dari ekspor pertama ke Brunei Darussalam pada 1987, kini produk Indonesia telah menjangkau lebih dari 100 negara di dunia,” ungkapnya.
Airlangga menegaskan, Presiden Prabowo Subianto aktif membuka pasar baru melalui kerja sama internasional. Salah satunya dengan aksesi Indonesia ke blok perdagangan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
“Ada kesempatan membuka pasar Meksiko, yang selama ini mereka mengenakan trade-in quota. Kami berharap, ekspor Indonesia ke Meksiko dalam dua tahun ke depan bisa diperluas,” harapnya.
Baca juga : Wacana Kerek Tarif Bus Transjakarta Nongol Lagi
Saat ini, produksi mobil Toyota di Indonesia mencapai sekitar 300 ribu unit per tahun, dengan dukungan ekosistem rantai pasok domestik yang melibatkan sekitar 780 pemasok di tingkat tier 1 dan tier 2. Kontribusi sektor alat angkutan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2024 mencapai 1,4 persen. Secara total, dampaknya terhadap perekonomian bisa mencapai 6 persen.
Airlangga menambahkan, Indonesia harus menguasai teknologi kunci seperti semikonduktor dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
“Bapak Presiden juga meminta agar ekosistem semikonduktor terus dikembangkan. Beberapa produsen semikonduktor sudah ada di Indonesia, termasuk Infineon,” jelasnya.
Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, industri otomotif nasional terus tumbuh, seiring dengan pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Sejumlah Vendor Kembalikan Uang Bernilai Miliaran Rupiah
“Tak hanya memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, kami juga menghadirkan kendaraan yang diminati pasar internasional. Pencapaian ini terwujud berkat sinergi antara Pemerintah, mitra industri, rantai pasok, serta dukungan masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Menurut Nandi, industri manufaktur menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Selain menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya beli, sektor ini juga memperkuat struktur ekonomi melalui kontribusi pajak dan peningkatan ekspor. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya