Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menkeu Purbaya: IMF Sebut Indonesia Bright Spot Di Tengah Ketidakpastian Global
Minggu, 12 Oktober 2025 18:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dana Moneter Internasional (IMF) mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Indonesia, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi di tengah ketidakpastian global, yang antara lain dipicu oleh perubahan struktural geopolitik, teknologi, dan demografi.
Sebaliknya, banyak negara justru menghadapi lonjakan utang publik dan meningkatnya aspirasi generasi muda atas kesempatan kerja.
Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melalui akun Instagram @menkeuri pada Minggu (12/10/2025), usai pertemuan virtual dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva.
"IMF memandang Indonesia sebagai bright spot di tengah ketidakpastian global," ungkap Purbaya.
Baca juga : Pertamina Dukung Pembalap Cilik Indonesia Di Ajang FIM MiniGP
Purbaya memaparkan, keberhasilan ini antara lain dicapai berkat reformasi kelembagaan, pembentukan Danantara, hilirisasi sumber daya alam (SDA), dukungan likuiditas, optimalisasi generasi muda, dan keberhasilan meredam keresahan publik.
"Kebijakan fiskal pro pertumbuhan dengan tetap menjaga disiplin fiskal, menjadi nilai tambah bagi leadership Pemerintah," jelasnya.
IMF menilai Indonesia resilien dan berpeluang besar mencapai pertumbuhan tinggi. Fundamental ekonomi yang kuat, disiplin fiskal yang konsisten dijaga, serta sektor swasta yang adaptif dan tangguh menjadi faktor kunci.
Terkait hal ini, Purbaya menegaskan komitmen disiplin fiskal yang akan dijalankan. Defisit APBN dipatok di bawah 3 persen. Rasio utang ditetapkan di bawah 60 persen terhadap PDB.
Baca juga : Garuda Indonesia Group Capai Tingkat Keterisian 88 Persen
Peran swasta akan diperkuat, didukung belanja fiskal yang efektif menggerakkan ekonomi.
Di luar itu, Pemerintah juga akan memberikan insentif dunia usaha, memastikan memadainya suplai likuiditas berbunga rendah, dan mempercepat proses deregulasi dipercepat.
"Base money tumbuh sekitar 13 persen (yoy, September) pasca penempatan Rp 200 triliun, uang negara berbunga rendah di bank Himbara. Ini adalah bagian dari cash management, menjaga likuiditas kas negara aman sesuai disiplin fiskal, namun tetap produktif mendorong ekonomi," terang Purbaya.
Dalam jangka pendek, Pemerintah menetapkan prioritas mewujudkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan mengembalikan sentimen positif publik.
Baca juga : Ikatan Surveyor Indonesia Tegaskan Kesiapan Hadapi Geospasial AI
"Keyakinan publik terus dibangun, terutama generasi muda terhadap lapangan kerja dan masa depan ekonomi," pungkas Purbaya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya