Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terminal LPG Tanjung Sekong Pasok 40 Persen Kebutuhan LPG Nasional
Kamis, 23 Oktober 2025 15:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Terminal LPG Tanjung Sekong di Cilegon, Banten, yang dikelola oleh PT Pertamina Energy Terminal (PET) di bawah Subholding Integrated Marine Logistics (IML), menjadi salah satu infrastruktur energi strategis nasional dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap total kebutuhan LPG Indonesia.
Beroperasi sejak 2012 dan ditingkatkan menjadi Terminal LPG Refrigerated pada 2020, fasilitas ini berperan penting dalam menjaga pasokan energi, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri di seluruh Tanah Air.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menyatakan, posisi Terminal LPG Tanjung Sekong sangat vital bagi ketahanan energi nasional.
Baca juga : Telkom Fokus Perkuat Bisnis Infrastruktur Untuk Percepatan Agenda Nasional
“Terminal ini memikul tanggung jawab besar untuk memastikan pasokan energi tetap aman dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya kebutuhan LPG yang digunakan setiap hari di rumah tangga,” ujar Arya dalam kegiatan Management Walkthrough di Cilegon, Banten, Selasa (21/10).
Ia juga mengapresiasi penerapan protokol Health, Safety, Security, Environment (HSSE) yang ketat di lingkungan kerja serta upaya edukasi masyarakat sekitar mengenai keselamatan energi.
“Para perwira di Tanjung Sekong tidak hanya fokus pada operasi, tetapi juga aktif berinteraksi dan berbagi pengetahuan keselamatan dengan masyarakat sekitar,” tambah Arya.
Baca juga : Pertamina Dukung Swasembada Energi Untuk Ketahanan Nasional
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal, Bayu Prostiyono, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat penerapan HSSE serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di setiap lini operasional.
“Sebagai fasilitas vital nasional, kami memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar keselamatan internasional dan prinsip keberlanjutan,” ujar Bayu.
Dalam upaya menuju world class green terminal dan mendukung komitmen Pertamina terhadap target Net Zero Emission(NZE) 2060, Terminal LPG Tanjung Sekong telah menerapkan berbagai inovasi ramah lingkungan dan penggunaan energi terbarukan.
Baca juga : Ditjen Bina Adwil Kemendagri-KLH Matangkan SKB Program Bersih Nasional
“Sejak Desember 2023, terminal ini telah menggunakan Renewable Energy Certificate (REC) hasil sinergi BUMN. Selain itu, On-Grid Solar System berkapasitas 85,5 kWp berhasil mereduksi 16,61 ton CO₂ sepanjang tahun 2023,” kata Bayu.
Berkat konsistensi penerapan prinsip ESG serta pemberdayaan masyarakat sekitar, Terminal LPG Tanjung Sekong berhasil meraih Proper Hijau pada 2021, Proper Biru di 2022, dan kembali mendapatkan Proper Hijau pada 2023 dan 2024.
Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina terus berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui program-program yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan penerapan ESG di seluruh lini bisnis serta operasionalnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya