Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemerintah Turunkan HET Pupuk Subsidi
Daya Beli Dan Produktivitas Petani Diyakini Meningkat
Jumat, 24 Oktober 2025 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kebijakan Presiden Prabowo Subianto menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi diyakini akan memberikan dampak signifikan untuk kehidupan petani. Daya beli dan produktivitas mereka meningkat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung penuh keputusan Presiden Prabowo Subianto menurunkan HET pupuk subsidi.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyebut, keputusan ini menjadi momen bersejarah. Karena untuk pertama kalinya Pemerintah menurunkan HET pupuk subsidi.
“Pupuk Indonesia mengapresiasi dan mendukung penuh langkah bersejarah Pemerintah menurunkan HET pupuk subsidi, sebagai bentuk nyata keberpihakan Pemerintah terhadap petani,” kata Rahmad di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Baca juga : Petahana Dijagokan Pimpin Banteng NTB
Rahmad memastikan, sejalan dengan Pemerintah, Pupuk Indonesia berkomitmen untuk memprioritaskan kepentingan petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.
Pihaknya optimistis, kebijakan yang diambil Pemerintah tersebut akan mampu meningkatkan keterjangkauan pupuk, sekaligus memperkuat daya beli petani.
“Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau, maka akan memudahkan akses petani terhadap pupuk, sekaligus mendorong produktivitas pertanian nasional,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran implementasi HET terbaru, lanjut Rahmad, Pupuk Indonesia berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait demi memastikan kebijakan tersebut terlaksana sesuai aturan.
Baca juga : Gerindra Senang, Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen
Misalnya, sambung Rahmad, menggelar sosialisasi menyeluruh kepada seluruh rantai distribusi, utamanya Penerima Pada Titik Serah (PPTS), agar implementasi di lapangan dapat berjalan dengan optimal.
Selama proses sosialisasi kebijakan tersebut, Pupuk Indonesia terus memastikan ketersediaan stok pupuk subsidi dalam kondisi yang mencukupi di seluruh wilayah Indonesia.
Hingga 22 Oktober 2025, jumlah ketersediaan stok pupuk subsidi nasional mencapai 1.101.807 ton, yang dapat memenuhi kebutuhan pupuk subsidi hingga akhir tahun.
“Kami memastikan proses bisnis perusahaan tetap berjalan normal, serta pasokan dan distribusi pupuk tetap aman di seluruh wilayah,” katanya.
Baca juga : Diplomasi Investasi RI Semakin Kuat Di Dunia
Tujuannya, imbuh Rahmad, agar kebijakan ini dapat terlaksana secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani di seluruh Indonesia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya