Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertahankan Tren Pertumbuhan Bisnis
Mandiri Sukses Salurkan Kredit Hingga Rp 1.764 T
Selasa, 28 Oktober 2025 06:40 WIB
Sebelumnya
Pertumbuhan kredit yang solid juga diikuti dengan manajemen risiko yang terjaga. Pada akhir September 2025, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross bank only tercatat 1,03 persen, dengan rasio pencadangan atau coverage ratio tetap terjaga baik pada level 271 persen.
“Pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi prioritas utama kami,” tuturnya.
Bank Mandiri memastikan setiap langkah ekspansi dijalankan secara terukur dan selaras dengan prinsip kehati-hatian, serta tata kelola yang baik untuk menjaga kualitas aset dan kinerja perseroan.
Sebagai bank milik negara, imbuh Novita, Bank Mandiri terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah dalam mendorong percepatan ekonomi nasional.
Baca juga : Setelah Digunakan Para Menteri, Gerindra Yakin Maung Bisa Jadi Mobil Nasional
Komitmen tersebut tercermin dari penyaluran 74 persen atau sekitar Rp 40,7 triliun dari total penempatan dana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp 55 triliun hingga akhir September 2025, yang disalurkan kepada lebih dari 24 ribu pelaku usaha di 15 sektor strategis nasional.
Penyaluran dana tersebut, juga difokuskan pada sektor-sektor berorientasi ekspor, padat karya, serta UMKM yang diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
“Kami optimis, penempatan dana tersebut mampu menciptakan efek positif bagi perekonomian masyarakat secara nasional,” ujarnya.
Dia menekankan, Bank Mandiri ingin memastikan setiap dana Pemerintah yang dikelola perusahaan untuk benar-benar masuk ke sektor produktif.
Baca juga : Kerja Sama Dengan AS, RI Siap Jadi Poros Energi Dan Teknologi
Novita menambahkan, kualitas kredit dari penyaluran tersebut juga tetap terjaga optimal sejalan dengan prinsip kehatihatian perseroan.
Tak berhenti di situ, bank berlogo pita emas ini juga aktif dalam mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN), seperti pembangunan infrastruktur, pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah-Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), hingga program inklusif keuangan desa dan koperasi.
“Upaya tersebut menjadi bentuk nyata sinergi Bank Mandiri dan Pemerintah, dalam mempercepat pemerataan ekonomi nasional,” katanya.
Strategi Penguatan DPK
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 13 persen yoy menjadi Rp 1.884 triliun hingga akhir kuartal III-2025.
Baca juga : Baju Bekas Di Pasar Senen Masih Rame Diburu Warga
Komposisi Current Account Saving Account (CASA) tetap dominan sebesar 69,3 persen, mencerminkan keberhasilan strategi dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memperkuat likuiditas.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya