Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ditopang Kredit Dan CASA, Laba CIMB Niaga Capai Rp 6,7 Triliun
Jumat, 31 Oktober 2025 15:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) meraih laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp 6,7 triliun pada sembilan bulan pertama 2025, atau naik sebesar 1,7 persen year on year (yoy).
Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, pertumbuhan laba positif pada sembilan bulan pertama tahun ini didukung oleh peningkatan yang baik pada kredit serta Current Account and Savings Account (CASA).
“Secara kuartal, perolehan kinerja CIMB Niaga menunjukkan peningkatan operasional dan profitabilitas yang didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (31/10/2025).
Lani menuturkan, CIMB Niaga juga terus menjaga kualitas aset dengan prinsip kehati-hatian, dengan rasio gross Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,98 persen.
Hal ini disertai posisi modal yang kuat dan pembentukan modal yang solid, menegaskan fundamental dan ketahanan finansial Bank yang baik.
Menurut Lani, sesuai purpose perusahaan Advancing Customers and Society, tetap fokus menjalankan strategi Forward30 untuk mempercepat pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitable.
Baca juga : Kinerja Operasional Solid, Laba Bersih Bukit Asam Tembus Rp 1,4 Triliun
“Melalui investasi berkelanjutan di bidang teknologi dan inovasi digital, kami terus meningkatkan customer experience, serta memperkuat pertumbuhan yang berfokus pada nasabah dengan senantiasa bekerja dari hati," ujarnya.
Lani juga menyakini, dengan fundamental yang kuat, tim yang berdedikasi, serta pendekatan yang berorientasi pada purpose, CIMB Niaga dapat terus menghadirkan nilai jangka panjang dan dampak positif bagi nasabah dan masyarakat Indonesia.
Lani menambahkan, capaian kinerja perusahaan dari sisi permodalan, CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) masing-masing sebesar 24,7 persen dan 81,1 persen.
“Total aset konsolidasian sebesar Rp 369,5 triliun per 30 September 2025, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia,” katanya.
Total Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp 278,0 triliun (naik 8,6 persen yoy), menunjukkan rasio CASA yang baik sebesar 67,9 persen. CASA tumbuh 10,6 persen yoy menjadi Rp188,8 triliun, sebagai hasil dari upaya Bank untuk membina hubungan nasabah yang lebih erat dan meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital.
Jumlah kredit/pembiayaan naik 4,6 persen secara yoy menjadi Rp 228,7 triliun, didukung oleh kinerja yang baik di seluruh segmen utama.
Baca juga : Kredit Bank Mandiri Tumbuh 11 Persen Tembus Rp 1.764,32 Triliun
Usaha Kecil Menengah (UKM) mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,7 persen yoy, diikuti oleh Perbankan Korporat yang tumbuh 5,4 persen yoy, dan Perbankan Konsumer yang meningkat 4,3 persen yoy.
Kenaikan tertinggi di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) sebesar 18,7 persen yoy.
Sementara itu, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu Unit Usaha Syariah terbesar di Indonesia.
“Total pembiayaan mencapai Rp 58,2 triliun di sembilan bulan pertama tahun ini,” katanya.
Lani mengatakan, meskipun terdapat pergerakan yang moderat secara tahunan, CIMB Niaga Syariah tetap berkomitmen menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Adapun DPK tercatat sebesar Rp 57,9 triliun, mencerminkan loyalitas dan kepercayaan nasabah. CIMB Niaga Syariah juga secara aktif memperkuat komposisi pendanaannya dengan memperluas sumber dana berbiaya rendah melalui kemitraan strategis berbasis prinsip syariah dan keterlibatan yang mendalam dengan komunitas Islam.
Baca juga : Nusron Klaim, Pendaftaran Tanah Tambah Nilai Ekonomi Rp 1.000 Triliun
"Dengan keberlanjutan (sustainability) menjadi salah satu prioritas utama kami, hampir 24 persen dari total pembiayaan bank (atau sekitar Rp 54,7 triliun) mendukung transisi yang adil, ekonomi rendah karbon, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dari PBB," ungkapnya.
Per September 2025, CIMB Niaga telah meluncurkan Sustainability-Linked FX and Derivatives Program, yyang dirancang untuk nasabah dalam penerapan prinsip ESG pada operasional bisnis perseroan, sejalan dengan Kerangka Kerja Green, Social, and Sustainable Impact Products/Services milik bank.
Lani mengatakan, pencapaian ini mencerminkan fokus strategis kami untuk mengintegrasikan keberlanjutan dalam setiap aspek solusi keuangan.
“Sejalan dengan komitmen jangka panjang kami menuju masa depan yang lebih hijau," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya