Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bahlil Gaet Investasi Rp 62,4 Triliun dari Korea di Cilegon
Kamis, 6 November 2025 20:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah suasana hangat peresmian pabrik petrokimia Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Kamis (6/11/2025), Presiden Prabowo Subianto melontarkan guyonan yang membuat para tamu asal Korea Selatan tersenyum lebar.
“Jadi, orang Korea ini bangsa yang tangguh. Kalau negosiasi sama orang Korea, itu tidak gampang. Jadi, boleh juga kalau orang Korea kita kirim orang Papua,”kata Prabowo sambil menatap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Ucapan ringan itu menggambarkan kisah di balik proyek senilai 3,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 62,4 triliun. Di balik berdirinya pabrik megah itu, ada proses negosiasi panjang yang dipimpin langsung oleh Bahlil Lahadalia, tokoh yang dikenal tegas dan berani mengambil keputusan cepat di meja runding.
Baca juga : Investasi Jakarta Tembus Rp 204,2 Triliun Di Triwulan III 2025
PT Lotte Chemical Indonesia adalah proyek petrokimia terbesar di Asia Tenggara. (Foto: BPMI Setpres RI)
Pabrik Lotte Chemical Indonesia menjadi salah satu proyek petrokimia terbesar di Asia Tenggara. Fasilitas tersebut akan mengolah naphtha menjadi bahan baku plastik, kabel, dan komponen otomotif, yang selama ini masih banyak diimpor dari luar negeri.
"Dengan pabrik ini, kita tidak lagi mengimpor secara besar-besaran. Sekitar 70 persen bisa kita substitusi, dan 30 persen sisanya akan kita ekspor,” ujar Bahlil.
Baca juga : Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Petrokimia Rp 62,4 Triliun di Cilegon
Pemerintah menilai kehadiran LCI sebagai bukti nyata keberhasilan program hilirisasi industri yang selama ini digencarkan. Tujuannya, menekan impor dan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Agar industri nasional makin berdaya saing.
Namun di balik kemegahan itu, ada perjalanan menuju kesepakatan investasi, yang berlangsung tidak mudah. Negosiasi dengan investor Korea mencakup banyak aspek. Mulai dari jaminan pasokan energi, infrastruktur pendukung, hingga kepastian regulasi.
Bahlil membawa pendekatan lugas tanpa basa-basi, namun tetap membangun kepercayaan dengan mitra asing.
Kini, hasil kerja keras itu tampak nyata. Pabrik seluas 100 hektare di kawasan industri Cilegon itu berdiri megah, siap mengolah bahan baku yang dulu harus diimpor, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Baca juga : Bambang Haryo Apresiasi Rencana Prabowo Bangun Jalur Kereta di Luar Jawa
Peresmian LCI bukan sekadar seremoni. Proyek ini menjadi simbol kerja sama ekonomi yang kuat antara Indonesia dan Korea Selatan.
Dan di balik semua itu, Bahlil menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi bukan hanya tentang angka investasi, tapi tentang membangun kepercayaan yang bertahan lama.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya