Dark/Light Mode

Bahlil Lantik Komite BPH Migas, Minta Efisiensi Tarif Pengangkutan Gas

Senin, 10 November 2025 21:31 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melantik Komite BPH Migas dan menekankan efisiensi tarif gas serta menjaga pasokan BBM di wilayah 3T jelang Natal dan Tahun Baru. (Dok. Kementerian ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melantik Komite BPH Migas dan menekankan efisiensi tarif gas serta menjaga pasokan BBM di wilayah 3T jelang Natal dan Tahun Baru. (Dok. Kementerian ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi melantik Ketua dan Anggota Komite Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa (BPH Migas), pada Senin (10/11) di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Dalam arahannya, Menteri Bahlil menyoroti dua fokus utama BPH Migas, yakni pengaturan dan pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, serta penetapan dan pengelolaan tarif pengangkutan gas melalui pipa (toll fee).

Bahlil menekankan pentingnya peran BPH Migas dalam memastikan kedaulatan energi nasional.

Baca juga : BPKH Apresiasi Efisiensi, Tegaskan Komitmen Penyaluran Nilai Manfaat

Ia secara khusus meminta komite yang baru dilantik untuk melakukan efisiensi terkait biaya pengangkutan gas.

"Saya minta khusus untuk BPH Migas ini mengenai dua hal, menyangkut dengan BBM bersubsidi, kemudian menyangkut dengan tol fee. Kita harus mampu melakukan efisiensi, karena salah satu yang membuat kenapa gas kita mahal adalah terkait dengan tol fee yang mahal," tegas Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil meminta BPH Migas melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap struktur biaya-biaya toll fee, terutama pada pipa yang sudah mencapai titik break even point (BEP).

Baca juga : Jaga Keberlanjutan Lingkungan, LPkR Perkuat Komitmen Efisiensi Penggunaan Air

"Setelah hitung kembali yang sudah BEP, jangan lagi dibuat mahal-mahal, itu nanti arahnya semua ke industri tolfee-nya itu. Yang sudah bagus silakan dijalankan yang belum bagus silakan diperbaiki," sambungnya.

Menurut Bahlil, toll fee yang rendah akan mendorong geliat industri dan meningkatkan investasi di sektor industri yang menggunakan gas sebagai bahan baku energi.

Hal ini diyakini akan memperkuat daya saing produk dalam negeri, ketahanan energi, dan hilirisasi nasional.

Baca juga : Bahlil Maafkan Pembuat Meme: Kritik Boleh, Tapi Jangan Rasis

Selain itu, menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Menteri Bahlil juga meminta BPH Migas untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan BBM, terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

"Kita harus membuat tim yang baik untuk menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam menuju Natal dan tahun baru, khususnya ketersediaan BBM, kemudian supply BBM terutama daerah-daerah 3T itu harus adil juga sama dengan di daerah-daerah di Jawa," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.