Dark/Light Mode

RUPSLB Garuda, Memastikan Penyehatan Maskapai Secara Terukur

Selasa, 18 November 2025 06:35 WIB
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Sugiarto Oentoro, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan, Kepala Badan Pelaksana BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria, Managing Director Business 3 Danantara Asset Management Febriany Eddy, dan Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills saat memberikan keterangan di Tangerang, Banten, Kamis (13/11/2025). (Foto: Dok. Garuda Indonesia)
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Sugiarto Oentoro, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan, Kepala Badan Pelaksana BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria, Managing Director Business 3 Danantara Asset Management Febriany Eddy, dan Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills saat memberikan keterangan di Tangerang, Banten, Kamis (13/11/2025). (Foto: Dok. Garuda Indonesia)

 Sebelumnya 
Ia menambahkan, masalah yang terpisah, menurut Pengamat BUMN sekaligus Akademisi Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto, Garuda Indonesia telah menerima cukup banyak Penyertaan Modal Negara (PMN), serta berbagai injeksi dana dari Danantara. 

“Hal ini menunjukkan dukungan signifikan dari pemerintah dan pemegang saham dalam upaya pemulihan perusahaan,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Selain itu, Garuda juga telah menunjuk dua expatriate sebagai anggota Dewan Direksi (BOD), sambung Toto, menjadi langkah strategis yang diharapkan dapat membawa perspektif dan pengalaman internasional, guna memperkuat tata kelola dan manajemen perusahaan. 

Baca juga : Negosiasi Tarif RI-AS Memasuki Babak Akhir, Airlangga: Tak Ada Protes

Dengan segala dukungan tersebut, saat ini adalah momentum yang tepat bagi Garuda untuk menyusun strategi dan rencana tindak yang konkret dan terukur. 

“Momen tepat dalam memperbaiki kinerja operasional dan keuangannya secara menyeluruh,” ucapnya. 

Toto juga menyebut, salah satu upaya yang sangat potensial adalah optimalisasi sisi pendapatan (revenue) melalui pemanfaatan ekosistem InJourne. 

Baca juga : Masakan Matang, Tak Bau Dan Lebih Hemat Dari LPG

Misalnya, strategi bundling produk bersama pengelola hotel dan agen perjalanan wisata dapat menjadi langkah efektif untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. 

Dengan menawarkan paket perjalanan yang menarik dan terintegrasi, Garuda tidak hanya dapat meningkatkan tingkat okupansi (occupancy rate) penerbangan internasionalnya. 

“Tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional secara keseluruhan,” ujarnya. 

Baca juga : Kasus Kredit Fiktif LPEI, Jaksa Tuntut Komisaris PT PE 11 Tahun Penjara

Toto bilang, pendekatan ini menciptakan sinergi positif antara industri penerbangan, perhotelan, dan pariwisata. 

“Yang pada akhirnya akan memperkuat posisi Garuda sebagai maskapai nasional yang andal sekaligus berkontribusi pada perekonomian Indonesia,” tutup Toto. [IMA/DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.