Dark/Light Mode

BTN Resmi Lepas Unit Usaha Syariah

BSN Melesat Jadi Bank Syariah Kedua Terbesar

Rabu, 19 November 2025 06:35 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu (tengah) bersama Komisaris Utama BTN Suryo Utomo (kiri) dan Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo (kanan) saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN di Menara I BTN, Jakarta, Selasa (18/11/2025). (Foto: AMA/RM)
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu (tengah) bersama Komisaris Utama BTN Suryo Utomo (kiri) dan Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo (kanan) saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN di Menara I BTN, Jakarta, Selasa (18/11/2025). (Foto: AMA/RM)

 Sebelumnya 
Nixon menjelaskan, proses finalisasi pelimpahan seluruh aset dan kewajiban UUS BTN ke BSN, akan ditetapkan dalam RUPSLB BSN pada 19 November 2025. Atau sehari setelah BTN menggelar RUPSLB untuk melepas hak dan kewajiban UUS. 

“Dengan penggabungan tersebut, aset BSN mencapai Rp 71,3 triliun, yang menjadikannya bank umum syariah dengan aset terbesar kedua di Indonesia,” jelas Nixon. 

BTN juga telah menyiapkan Group Principle Guideline (GPG) sebagai pedoman tata kelola antara induk dan anak perusahaan. 

Baca juga : Produk UMKM Diminati Pembeli Mancanegara

Jaringan UUS BTN saat ini mencakup 35 Kantor Cabang Syariah (KCS), 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS), dan 589 Kantor Layanan Syariah yang tersebar di berbagai daerah. 

Infrastruktur teknologi yang sebagian besar telah terpisah dari induk, serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, membuat UUS BTN akan siap beroperasi secara mandiri. 

Nixon melanjutkan, dalam menghadapi industri perbankan yang semakin kompetitif, BSN akan mengimplementasikan Corporate Plan 2025-2029 yang berfokus pada lima strategi utama.

Baca juga : Pansus Minta Pemprov Kebut Digitalisasi Parkir

Di antaranya, memperkuat pembiayaan berprinsip syariah yang berkelanjutan, dan memperkuat pengelolaan risiko pembiayaan dengan menurunkan Non Performing Financing (NPF). 

“Sinergi BTN dan BSN akan menciptakan pertumbuhan berimbang antara bisnis konvensional dan syariah,” tuturnya. 

Mengenai status karyawan yang terdampak spin-off, Nixon menyebutkan, bahwa pegawai BTN yang saat ini bertugas di BSN masih berstatus penugasan selama kurang lebih dua tahun. 

Baca juga : Eks Sekretaris MA Nurhadi Beli Kebun Sawit-Apartemen

Setelah itu, keputusan terkait status kepegawaian akan dipertimbangkan berdasarkan kinerja masing-masing. 

“Kami memberikan garansi kenaikan gaji dan peluang karier yang lebih baik, agar pegawai betah dan termotivasi,” kata Nixon. 

Sementara, untuk karyawan Bank Victoria Syariah (BVS), BTN hanya mengambil yang bersedia ikut gabung BSN, yakni sekitar 60-70 orang. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.