Dark/Light Mode

BTN Resmi Lepas Unit Usaha Syariah

BSN Melesat Jadi Bank Syariah Kedua Terbesar

Rabu, 19 November 2025 06:35 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu (tengah) bersama Komisaris Utama BTN Suryo Utomo (kiri) dan Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo (kanan) saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN di Menara I BTN, Jakarta, Selasa (18/11/2025). (Foto: AMA/RM)
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu (tengah) bersama Komisaris Utama BTN Suryo Utomo (kiri) dan Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo (kanan) saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN di Menara I BTN, Jakarta, Selasa (18/11/2025). (Foto: AMA/RM)

 Sebelumnya 
Namun, kata Nixon, BTN juga akan melakukan penerbitan tier 2 capital berupa obligasi dan pinjaman yang diharapkan efektif sebelum akhir 2025, untuk menjaga rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) di kisaran 17-18 persen. 

“Penurunan CAR di BTN akan sedikit terjadi karena modal dialihkan ke BSN, tapi kami memastikan rasio keuangan tetap dalam batas wajar,” yakinnya. 

BTN juga menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 8-8,5 persen, sejalan dengan pertumbuhan pasar yang diperkirakan sekitar 7,8-7,9 persen. 

Baca juga : Produk UMKM Diminati Pembeli Mancanegara

“Visi lima tahun ke depan kami adalah beyond mortgage, alias tidak hanya fokus pada kredit perumahan. Tapi juga kebutuhan keluarga lainnya dan industri pendukung perumahan,” tegasnya. 

Di kesempatan yang sama, Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar menambahkan, pasca spin-off, BTN akan terus memaksimalkan potensi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan mengembangkan strategi dan program-program yang lebih efektif, terutama di segmen konvensional. 

BTN juga mendukung pembiayaan kepada para developer sebagai mesin utama KPR BTN. Sementara, kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat meningkatkan sisi demand KPR. 

Baca juga : Pansus Minta Pemprov Kebut Digitalisasi Parkir

“Kami tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait, ketersediaan data backlog berupa buy name dan buy address,” ujar Hirwandi. 

Dengan langkah strategis ini, BTN berharap dapat terus mendorong pertumbuhan sektor perumahan nasional. Sekaligus memperkuat peranannya sebagai bank penyalur KPR terbesar di Indonesia. 

Kinerja 5 Tahun Terakhir Melesat 

Spin-off UUS atau BTN Syariah menjadi PT Bank Syariah Nasional (BSN), didukung kinerja UUS BTN yang selama lima tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan. 

Baca juga : Eks Sekretaris MA Nurhadi Beli Kebun Sawit-Apartemen

Secara Compound Annual Growth Rate (CAGR) periode 2020-2024, aset tumbuh 16,36 persen. Dari sisi pembiayaan tumbuh 15,04 persen, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 20,12 persen. 

Kontribusi UUS terhadap total aset BTN juga meningkat dari 9,14 persen pada 2020 menjadi 12,90 persen pada 2024. 

“Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan kesiapan UUS BTN untuk berdiri sendiri sebagai entitas bank umum syariah penuh,” kata Nixon. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.