Dark/Light Mode

BI-Rate Tetap 4,75 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Terus Digenjot

Rabu, 19 November 2025 15:54 WIB
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 November 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen. (Foto: dok. BI)
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 November 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen. (Foto: dok. BI)

 Sebelumnya 
Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2025 berada pada batas bawah kisaran 8-11 persen dan akan meningkat pada 2026. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan, serta memperbaiki struktur suku bunga.

Ketahanan perbankan tetap kuat. Permodalan terjaga pada level tinggi, likuiditas perbankan tetap memadai, dan risiko kredit rendah. 

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada September 2025 meningkat menjadi sebesar 26,15 persen. Sehingga, semakin mampu menyerap risiko.

Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan terjaga rendah sebesar 2,24 persen (bruto) dan 0,87 persen (neto) pada September 2025.

Baca juga : Tamsil Linrung: Daerah Dorong Pertumbuhan 8 Persen

NPL (bruto) UMKM cenderung meningkat dari 4,46 persen pada September 2025 menjadi 4,51 persen pada Oktober 2025. Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat, ditopang kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga.

Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK, dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi global dan domestik yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Oktober 2025 tetap tumbuh positif didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,45 miliar transaksi atau tumbuh 31,20 persen (yoy) pada Oktober 2025, didukung perluasan akseptasi pembayaran digital.

Volume transaksi aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 2,91 persen  (yoy) dan 12,03 persen (yoy), termasuk transaksi QRIS yang tumbuh 139,45 persen (yoy). Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant.

Baca juga : HKI Usulkan PPN Turun Bertahap Ke 8 Persen Untuk Pacu Industri Dan Ekonomi

Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 446,77 juta transaksi atau tumbuh 31,96 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.115,09 triliun pada Oktober 2025.

Volume transaksi nilai besar yang diproses melalui Sistem BI-RTGS tercatat sebanyak 0,99 juta transaksi, dengan nilai sebesar Rp 22.524,61 triliun pada Oktober 2025. Sementara dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 13,37 persen (yoy) menjadi Rp 1.213,76 triliun pada Oktober 2025. 

Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat. Infrastruktur yang stabil tercermin pada penyelenggaraan SPBI dan sistem pembayaran industri yang lancar dan andal, serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai pada Oktober 2025.

Struktur industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antarpelaku dalam sistem pembayaran yang terus menguat, dan diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas.

Baca juga : Sektor Pertambangan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal di Berbagai Daerah

Perluasan adopsi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) mendukung penguatan interkoneksi, tercermin dari transaksi pembayaran berbasis SNAP yang terus meningkat.

Bank Indonesia akan terus memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta infrastruktur sistem pembayaran industri. Selain itu, struktur industri sistem pembayaran akan terus diperkuat, khususnya pada aspek manajemen risiko dan keandalan infrastruktur teknologi pelaku industri.

Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.