Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Libur Nataru, ASDP Diskon Tarif Penyeberangan 19 Persen
Kamis, 20 November 2025 14:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan diskon tarif hingga 19 persen untuk mendukung program stimulus pemerintah pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Program keringanan tarif tersebut berlaku bagi sekitar 227 ribu penumpang dan 491 ribu kendaraan pada periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, pemberian diskon merupakan wujud sinergi BUMN transportasi dengan Pemerintah dalam mendorong mobilitas masyarakat serta memperkuat aktivitas ekonomi dan pariwisata di berbagai daerah.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati perjalanan akhir tahun dengan lebih terjangkau. Melalui stimulus tarif ini, ASDP berkontribusi memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan wisata,” kata Heru di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Baca juga : Selama Periode Libur Nataru 2025, HIN Optimistis Okupansi Hotel Capai 78 Persen
Kebijakan tersebut merujuk pada terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 10/DI-BP/X/2025 tentang penugasan kepada BUMN sektor transportasi dalam pemberian diskon tarif transportasi untuk stimulus ekonomi periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Setelah SKB diterbitkan, ASDP langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kesiapan operasional di seluruh lintasan yang menerapkan diskon.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan program diskon transportasi telah mulai berjalan. Pemerintah mengalokasikan anggaran stimulus senilai Rp180 miliar untuk mendukung perjalanan Nataru, termasuk untuk tiket kereta, angkutan laut, penyeberangan, serta tiket pesawat. “Kami memberikan diskon untuk transportasi Nataru totalnya Rp 0,18 triliun,” kata Purbaya.
Digitalisasi Layanan
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale mengatakan, diskon akan diberlakukan pada sejumlah lintasan yang memiliki volume penumpang tinggi dan potensi wisata besar, seperti Merak–Bakauheni (reguler dan eksekutif), Ketapang–Gilimanuk, Padangbai–Lembar, Kayangan–Pototano, Sape–Labuan Bajo, Tanjung Uban–Telaga Punggur, serta Ajibata–Ambarita.
Baca juga : Lolos Piala Dunia, Skotlandia Akhiri Penantian 28 Tahun
Menurut dia, program ini dioptimalkan melalui dukungan sistem digitalisasi penjualan tiket online Ferizy serta situs resmi www.ferizy.com untuk memudahkan masyarakat membeli tiket tanpa antre di pelabuhan. “Masyarakat dapat membeli tiket secara mudah, cepat, dan lebih nyaman,” ujar Windy.

Ia menjelaskan, transformasi digital ASDP menunjukkan hasil positif. Hingga Agustus 2025, Ferizy mencatat 3,23 juta pengguna atau meningkat 24,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Layanan tiket online juga telah diterapkan di 35 pelabuhan di seluruh Indonesia, dari sebelumnya 26 pelabuhan.
“Peningkatan pengguna Ferizy membuktikan masyarakat semakin siap beradaptasi dengan sistem digital. Kami ingin menjadikan stimulus ini bukan hanya kesempatan berlibur, tetapi juga langkah konkret mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Windy.
ASDP berharap sinergi antara kebijakan stimulus pemerintah dan peningkatan layanan digital dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih hemat, aman, dan nyaman pada akhir tahun. Selain itu, program tersebut diharapkan ikut menggerakkan ekonomi lokal di berbagai destinasi wisata.
Baca juga : Respons Usulan NasDem, PSI Tak Keberatan PT Naik 8 Persen
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang unggul, andal, dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Windy.
ASDP juga mengajak masyarakat memanfaatkan libur akhir tahun untuk menjelajahi berbagai destinasi di Tanah Air sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan pergerakan wisata.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya