Dark/Light Mode

Prediksi Ekonomi 2026 Tumbuh 6 Persen, Purbaya Pertaruhkan Jabatan

Minggu, 23 November 2025 07:50 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Instagram/menkeuri)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Instagram/menkeuri)

 Sebelumnya 
Ia mengakui, penyimpanan dana Pemerintah di bank-bank Himbara mulai memberi efek positif, tapi belum maksimal. Pemerintah dinilai perlu melakukan dorongan tambahan melalui reformasi kebijakan yang lebih progresif. 

Fakhrul menyebut ada empat langkah utama untuk mendorong pertumbuhan. Pertama, reformasi pasar tenaga kerja dan dukungan besar terhadap industri nasional. Ia menegaskan konsumsi masyarakat hanya akan naik jika lapangan kerja tercipta. 

Menurutnya, langkah Pemerintah menertibkan thrifting impor sudah tepat. Namun, kebijakan tersebut harus dibarengi insentif pajak bagi perusahaan yang membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan pekerja. 

Baca juga : Akhir Pekan, Prabowo Bahas Gaza

Kedua, diversifikasi pembiayaan APBN dengan mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Salah satu langkah strategis adalah optimalisasi penerbitan Dim Sum Bond dalam mata uang renminbi. Ia juga mendorong penguatan kerja sama currency swap antara Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBOC), termasuk memperluas penggunaan Chinese Yuan Hong Kong (CNH) di Indonesia. 

Ketiga, pemulihan balance sheet usaha rakyat, terutama UMKM dan subkontraktor infrastruktur yang terdampak keterlambatan pembayaran proyek. Jika masalah ini diselesaikan, kata Fakhrul, kredit UMKM akan kembali bergerak cepat. 

Keempat, sinergi yang lebih kuat antara BI dan pemerintah untuk menjaga likuiditas sistem keuangan. Ia menilai likuiditas perbankan tidak boleh ketat agar ekspansi kredit dapat terjadi. “Likuiditas yang longgar mendukung penyaluran kredit, dan kredit akan mendukung konsumsi serta investasi,” ujarnya. 

Didukung Pengusaha 

Baca juga : Gibran: Kerja Sama Harus Memberdayakan, Bukan Mendikte

Dari sektor dunia usaha, Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menyambut baik optimisme Pemerintah. Menurutnya, keyakinan Pemerintah penting untuk menjaga sentimen pasar di tengah ketidakpastian global. 

Shinta menilai konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar PDB akan sangat menentukan keberhasilan target pertumbuhan. Karena itu, realisasi stimulus yang cepat dan tepat sasaran akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi. 

Namun, sejumlah tantangan tetap perlu diwaspadai, seperti tekanan harga pangan dan pelemahan rupiah yang dapat meningkatkan biaya produksi. Ia menilai koordinasi fiskal–moneter sangat penting untuk menjaga stabilitas. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.