Dark/Light Mode

GKSR Inginkan PT 1 Persen, 8 Parpol Nonparlemen Siap Berjuang Bersama

Minggu, 23 November 2025 06:40 WIB
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (tengah), memberikan keterangan pers usai deklarasi Sekbar GKSR di Jakarta, Sabtu (22/11/2025). (Foto: Dok. GKSR)
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (tengah), memberikan keterangan pers usai deklarasi Sekbar GKSR di Jakarta, Sabtu (22/11/2025). (Foto: Dok. GKSR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Delapan partai politik (parpol) nonparlemen mendeklarasikan Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR). Kumpulan partai politik peserta Pemilu 2024 ini bertekad memperjuangkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 1 persen.

“Kami sepakat berjuang bersama dalam penguatan demokrasi, pemilu, dan penghormatan suara rakyat, mendeklarasikan terbentuknya GKSR,” kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Hanura, Akhmad Muqowam saat membacakan deklarasi di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (22/11/2025). 

Muqowam menjelaskan, GKSR terdiri dari Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Buruh, Partai Ummat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Kedaulatan Rakyat (PKN), dan Partai Berkarya. 

Baca juga : Laksanakan SKB 4 Menteri, BUMN Transportasi Beri Diskon Nataru 13-30 Persen

GKSR, lanjut Muqowam, selain memperjuangkan penurunan PT dari 4 persen yang diterapkan pada Pemilu 2019 dan 2024 menjadi 1 persen, juga membentuk kepengurusan Sekretariat Bersama (Sekber) GKSR sebagai sarana perjuangan bersama. 

“GKSR memutuskan sejumlah langkah dan konsep perjuangan dalam menyelamatkan suara rakyat. Salah satunya, PT 1 persen,” tegasnya. 

Ketua Umum (Ketum) Partai Hanura sekaligus Ketua GKSR, Oesman Sapta Odang (OSO) menegaskan, seluruh parpol yang tergabung dalam Sekber memiliki posisi dan tujuan yang sama. Yakni, memperjuangkan suara rakyat. 

Baca juga : Pemerintah Berantas Balpres, Industri Tekstil Terlindungi

“Tentu kami semua ingin bersama membangun demokrasi bangsa ini lebih baik,” kata OSO. 

Politikus berlatar belakang pengusaha ini menegaskan, perjuangan GKSR tidak ada kaitannya dengan sikap dukungan terhadap Pemerintah. Jangan sampai, kata OSO, muncul isu seolah Sekber GKSR tidak mendukung Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. 

“Jangan ada kata-kata Sekber GKSR ini anti-pemerintah. Kami justru sangat mendukung pemerintahan Prabowo,” tegasnya. 

Baca juga : Bukan Cuma Para Sopir, Pengelola Mikrotrans Juga Perlu Dievaluasi

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menambahkan, delapan parpol tersebut, setelah beberapa kali menggelar pertemuan. Berdasarkan diskusi-diskusi itu, kata dia, kedelapan parpol bersepakat mendeklarasikan komitmen dan semangat bersama bernama GKSR. 

“Kami sebelumnya membentuk Sekber GKSR yang digagas sejak pertemuan tanggal 22 Agustus 2025 di Partai Perindo, 25 September 2025 di Partai Hanura, dan 30 Oktober 2025 di Partai Bulan Bintang,” ujarnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.