Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sinergi Pertamina Hulu Energi ONWJ Dan Elnusa Tanam 5.600 Bibit Mangrove Di Karawang
Senin, 1 Desember 2025 20:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menggandeng PT Elnusa Tbk menggelar aksi pemulihan ekosistem melalui penanaman 5.600 bibit mangrove dan bersih-bersih pantai di Pusat Restorasi Pembelajaran Mangrove (PRPM) Pasir Putih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.
Puluhan relawan dari dua entitas Pertamina tersebut membaur tanpa sekat dengan 55 siswa SDN 1 Sukajaya.
Kaki mereka terbenam dalam lumpur, tangan-tangan mereka sibuk menancapkan bibit mangrove satu demi satu, serta memunguti sampah plastik yang terdampar. Hasilnya, 215 kg sampah plastik berhasil dibersihkan.
Vice President HSSE Elnusa Ramon Arias Pili mengatakan, area penanaman tersebut memiliki sejarah panjang perjuangan melawan abrasi.
Melalui program unggulan ‘Jam Pasir’ (Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir) yang diinisiasi PHE ONWJ, kawasan Pasir Putih yang dulunya kritis kini telah bertransformasi.
Sejak beberapa tahun terakhir, program Jam Pasir tidak hanya berhasil menahan laju abrasi melalui teknologi pemecah ombak (Appostraps) dan reboisasi.
“Tetapi juga menghidupkan nadi ekonomi warga melalui ekowisata dan produk olahan mangrove. Penanaman 5.600 bibit kali ini merupakan ikhtiar lanjutan untuk mempertebal benteng hijau tersebut,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (1/12/2025).
Baca juga : Pertamina Pulihkan Pasokan LPG Di Aceh Dan Sumatera, 54 SPBE Dioperasikan
Ramon mengatakan, menanam mangrove bukan hanya menanam pohon. Kita sedang menanam harapan, harapan bahwa pesisir akan tetap terlindungi.
“Harapan bahwa generasi muda tumbuh dengan kesadaran lingkungan, dan harapan bahwa bumi yang kita tinggali hari ini dapat diwariskan dalam keadaan lebih baik,” ucapnya.
Keterlibatan anak-anak sekolah dasar menjadi sorotan utama. Mereka belajar bahwa mangrove bukan hanya pohon, melainkan benteng alami pelindung pesisir, rumah bagi biota laut, dan penyerap karbon yang efektif.
“Aksi bersih pantai yang berhasil mengumpulkan lebih dari dua kuintal sampah plastik, juga menjadi pengingat visual bagi mereka tentang ancaman nyata terhadap ekosistem laut,” ungkapnya.
Ramon menambahkan, keberlanjutan bukan hanya tentang angka atau target, melainkan tentang manusia. Tentang bagaimana kita saling menguatkan, mengajak, dan menginspirasi untuk menjaga bumi bersama.
“Melalui kolaborasi antara perusahaan, komunitas lokal, sekolah, dan relawan, kita membuktikan bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama,” ucapnya.
Sementara itu, Manager Communication, Relations, & CID Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa, Pinto Budi Bowo Laksono menjelaskan urgensi edukasi dini ini.
Baca juga : Peringati Hari Menanam Pohon, PLN EPI Tanam 1.000 Mangrove di PIK
“Mengapa kami melibatkan anak-anak SD? Karena mereka adalah tunas bangsa yang akan memegang tongkat estafet Menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Yakni, membekali mereka dengan literasi kebencanaan dan wawasan lingkungan adalah cara kami membangun ketangguhan masyarakat pesisir.
Kegiatan kolaboratif ini tidak hanya berhenti pada tataran lokal, tetapi juga menyentuh aspek strategis nasional dan global.
Pinto menegaskan bahwa langkah tersebut selaras dengan visi pemerintahan dalam Asta Cita, yang menekankan pentingnya swasembada pangan dan ekonomi hijau.
"Ekosistem mangrove yang sehat adalah inkubator alami bagi ikan dan kepiting, yang menjadi tumpuan ekonomi nelayan serta fondasi ketahanan pangan nasional,” katanya.
Apa yang ditanam sekarang, buahnya akan dinikmati masyarakat sebagai sumber pangan dan penghidupan yang berkelanjutan. Inisiatif ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, Poin 14 mengenai Ekosistem Laut, dan Poin 15 tentang Ekosistem Daratan.
Sinergi PHE ONWJ dan Elnusa ini menjadi bukti nyata semangat 'One Pertamina' yang turun langsung menyentuh akar masalah di pesisir.
Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Hasilkan Uji Produksi 1.097 BOPD
Pinto menambahkan, penanaman 5.600 mangrove tersebut merupakan investasi jangka panjang.
“Sebuah ikhtiar kita untuk memastikan bahwa anak cucu di Sukajaya tidak mewarisi pesisir yang rusak, melainkan ekosistem yang pulih dan mampu menghidupi mereka,” ujarnya.
Program Jam Pasir adalah inisiatif CSR unggulan PHE ONWJ yang berfokus pada penanganan abrasi terintegrasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di pesisir Karawang.
Program tersebut mengombinasikan pelestarian lingkungan (penanaman mangrove dan alat pemecah ombak) dengan pengembangan kawasan eduwisata serta pemberdayaan UMKM olahan mangrove.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya