Dark/Light Mode

Unit RFCC RDMP Balikpapan Dongkrak Produksi Propylene Nasional

Jumat, 5 Desember 2025 15:55 WIB
Kilang Pertamina Internasional meningkatkan produksi propylene melalui proyek RDMP Balikpapan untuk memperkuat industri petrokimia dan kurangi impor nasional. (Foto: Humas Kilang Pertamina Internasional)
Kilang Pertamina Internasional meningkatkan produksi propylene melalui proyek RDMP Balikpapan untuk memperkuat industri petrokimia dan kurangi impor nasional. (Foto: Humas Kilang Pertamina Internasional)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) meningkatkan kontribusinya pada industri petrokimia nasional melalui pengoperasian Unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) dalam Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Unit ini akan menghasilkan produk petrokimia berupa propylene dan sulfur, yang sebelumnya tidak dapat diproduksi di Kilang Balikpapan.

“Sebelum proyek RDMP Balikpapan, Kilang Balikpapan tidak dapat menghasilkan produk petrokimia. Melalui proyek RDMP Balikpapan ini, Kilang Balikpapan akan mampu menghasilkan produk petrokimia berupa propylene dan sulfur,” ujar Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani.

Milla menjelaskan, produksi petrokimia dari Kilang Balikpapan diproyeksikan mencapai sekitar 283 ribu ton per tahun, yang terdiri dari 225 ribu ton propylene dan sisanya sulfur.

Baca juga : Harbolnas 2025 Diprediksi Dongkrak Konsumsi Dan Ekonomi Nasional

Produk tersebut akan dihasilkan melalui unit RFCC yang menjadi fasilitas utama dalam proyek tersebut.

Untuk memperkuat manajemen inventori produk propylene, KPI membangun delapan tangki berbentuk bola yang berfungsi sebagai fasilitas penyimpanan gas.

“Untuk memperkuat manajemen inventori produk propylene, KPI juga membangun 8 tangki baru berbentuk bola, yang diperuntukkan untuk menyimpan produk yang berbentuk gas,” jelas Milla.

Ia menambahkan, propylene merupakan bahan baku utama industri plastik, tekstil, serta berbagai produk kimia. Peningkatan produksi ini dinilai penting untuk mendukung ketahanan industri nasional dan menekan ketergantungan pada impor.

Baca juga : Gunakan Dana Siap Pakai, Bencana Sumatera Jadi Prioritas Nasional

Propylene dari Unit RFCC RDMP Balikpapan juga akan dipasok sebagai bahan baku ke kilang Polytama di Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Proyek ini dijalankan oleh PT Polytama Propindo, perusahaan afiliasi KPI yang berfokus pada produksi polypropylene (PP), salah satu plastik termoplastik yang paling banyak digunakan di dunia.

“Penambahan produksi ini tentunya akan membantu mengurangi impor produk petrokimia yang memang masih cukup besar,” tutup Milla.

KPI merupakan anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis pengolahan minyak dan petrokimia sesuai prinsip Environment, Social & Governance (ESG).

Baca juga : ReforMiner Soroti Urgensi Pembenahan Fiskal untuk Produksi Migas Nasional

Perusahaan juga terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen menerapkan sepuluh prinsip universal UNGC dalam operasionalnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.