Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
49 Tahun Bantu Masyarakat Punya Rumah
BTN Guyur KPR Rp 504 T, Layani 5,7 Juta Keluarga
Jumat, 12 Desember 2025 06:35 WIB
Sebelumnya
Menyoal ini, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah menegaskan, perbankan, khususnya BTN, dan para pengembang adalah dua sektor yang tidak bisa dipisahkan.
Keduanya berkolaborasi dalam penyaluran rumah rakyat, termasuk KPR FLPP. Terlebih, tahun 2025 menjadi tahun yang menantang seiring pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.
Sebagai pemimpin pasar KPR di Indonesia yang menguasai lebih dari 80 persen KPR subsidi, Junaidi berharap, BTN terus berkontribusi melalui inovasi pembiayaan dan program lainnya.
Baca juga : Indonesia Percepat Proses Aksesi OECD
Dirinya pun melihat, BTN kini kian ekspansif bergerilya ke pelosok desa, menyasar pekerja sektor informal. Mulai tukang cukur, pedagang bakso, hingga driver ojek online, yang selama ini sulit tersentuh layanan perbankan.
“Ini sudah dibuktikan dengan akad kredit BTN untuk pekerja informal di sejumlah proyek anggota Apersi,” kata Junaidi.
Terpisah, Managing Director Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Indonesia (FEB-UI) Toto Pranoto menilai, sejauh ini Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memiliki peranan sangat penting untuk menggerakan ekonomi di tengah perlambatan ekonomi dunia, termasuk BTN melalui capaian penyaluran KPR-nya yang ke-49 tahun.
Baca juga : Normalisasi Ciliwung Tak Bisa Ditunda Lagi
“BTN secara konsisten menunjukkan kinerja unggul sebagai penyalur terbesar KPR subsidi melalui program FLPP,” kata Toto kepada Rakyat Merdeka.
Toto menuturkan, BTN sebagai motor utama dalam Program 3 Juta Rumah, menjadikannya tulang punggung dalam mengatasi backlog (kekurangan) perumahan, khususnya bagi kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Namun tantangan yang lebih besar adalah, kebutuhan untuk tetap menjaga kinerja yang prima tersebut.
Baca juga : Diruntuhkan City, Madrid Dicemooh Fans
“Serta menekankan pentingnya prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan kehatihatian dalam proses penyaluran, agar program tepat sasaran dan berkelanjutan,” tutup Toto. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya