Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jelang Puncak Nataru, Pertamina Siaga Hadapi Lonjakan Konsumsi BBM
Rabu, 24 Desember 2025 19:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang diprediksi terjadi pada 24–25 Desember 2025, PT Pertamina (Persero) menyatakan siaga menghadapi peningkatan permintaan energi, terutama bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan avtur. Konsumsi BBM diperkirakan meningkat sebesar 7,6 persen dibandingkan kondisi normal.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan peningkatan permintaan BBM diproyeksikan terjadi pada jenis gasoline, baik Pertamax Series maupun Pertalite. Sementara itu, permintaan BBM jenis gasoil, seperti Pertamina Dex Series dan Biosolar, diperkirakan mengalami penurunan seiring diberlakukannya pembatasan operasional kendaraan niaga.
“Peningkatan konsumsi ini telah kami antisipasi dengan menjaga stok nasional tetap berada pada level aman. Saat ini stok Pertalite tercatat untuk 22 hari, Pertamax 26 hari, Pertamax Turbo 22 hari, avtur 28 hari, dan LPG 13 hari,” ujar Baron.
Baca juga : Federico Barba: Persib Siap Hadapi PSM di Laga Tunda Pekan Ke-8
Ia menjelaskan, selama periode Satuan Tugas (Satgas) Nataru, permintaan gasoline diperkirakan meningkat sekitar 3,2 persen dibandingkan rerata normal. Sebaliknya, permintaan gasoil diproyeksikan menurun akibat pembatasan kendaraan besar.
“Kenaikan permintaan juga diprediksi terjadi pada avtur seiring meningkatnya jadwal penerbangan domestik dan internasional,” kata Baron.
Untuk mendukung keterjangkauan harga tiket pesawat, Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga memberikan diskon avtur hingga 10 persen di 37 bandara strategis di seluruh Indonesia. Kebijakan ini berlaku selama periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Baca juga : Sambut Nataru, Sarinah Hadirkan Program Budaya Dan Solidaritas Sosial
“Permintaan avtur diperkirakan naik sekitar 5,2 persen dibandingkan rerata normal. Diskon avtur ini merupakan dukungan Pertamina terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga tiket pesawat sekaligus mendukung kelancaran transportasi udara nasional,” imbuhnya.
Selain BBM dan avtur, Pertamina juga memproyeksikan kenaikan penyaluran LPG sekitar 7,2 persen serta minyak tanah (kerosene) sebesar 4,3 persen selama periode Satgas Nataru.
“Pertamina telah mengaktifkan Satgas Nataru sejak 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026 untuk memastikan layanan energi berjalan optimal selama libur akhir tahun,” ujar Baron.
Baca juga : Stok Energi Nataru Aman, Pertamina Diapresiasi Menteri ESDM
Seluruh infrastruktur distribusi energi Pertamina telah disiagakan, termasuk pengoperasian 335 unit kapal dan jaringan distribusi yang terdiri atas 7.885 SPBU, 6.777 Pertashop, 6.634 agen LPG (5.770 PSO dan 864 NPSO), 736 SPBE (628 PSO dan 108 NPSO), serta 223 agen minyak tanah.
Pertamina juga menyiapkan layanan energi tambahan di jalur tol, jalur wisata, dan jalur lintas utama, antara lain 1.866 SPBU siaga 24 jam, 6.231 agen LPG siaga, 55 titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, 188 unit motorist dan PDS BBM, 1.819 outlet PDS Bright Gas, 210 unit mobil tangki siaga, serta 34 unit Serambi MyPertamina.
Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program yang berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola perusahaan, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan pelestarian lingkungan dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasinya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya