Dark/Light Mode

Komitmen Pupuk Indonesia Terasa Hingga Pelosok Negeri

Kisah Kios Sahabat Tani Jaga Napas Petani Garut

Sabtu, 27 Desember 2025 14:06 WIB
Lisna, pemilik Kios Pupuk Sahabat Tani menunjukkan aplikasi Rekan Kios miliknya, di Desa Talagasari, Kadungora, Garut, Jawa Barat. (Foto: Nana Maulana/RM)
Lisna, pemilik Kios Pupuk Sahabat Tani menunjukkan aplikasi Rekan Kios miliknya, di Desa Talagasari, Kadungora, Garut, Jawa Barat. (Foto: Nana Maulana/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tepi Jalan Raya Bandung-Garut, tepatnya di Nomor 156, Desa Talagasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berdiri sebuah bangunan kios sederhana yang menjadi harapan para petani di sekitar. Bangunan berukuran 4x8 meter persegi itu merupakan Kios Pupuk Sahabat Tani. Salah satu agen resmi PT Pupuk Indonesia (Persero), untuk menyalurkan pupuk bersubsidi kepada para petani.

Di kios sederhana itu, dipenuhi tumpukan karung pupuk berbagai jenis yang menjulang tinggi. Siang itu, Lisna (40 tahun), pemilik Kios Sahabat Tani, sedang sibuk melayani beberapa pelanggan yang membeli perlengkapan pertanian. Bagi Lisna dan suaminya, Dikdik (39 Tahun), kios ini bukan sekadar ruang niaga, namun ini adalah sebuah warisan.

“Manfaatnya sangat terasa bagi keluarga kami. Apalagi ini usaha turun menurun. Kami adalah generasi ketiga dalam menjalankan usaha kios pupuk ini,” ujar Lisna saat berbincang dengan Rakyat Merdeka/RM.id di kios miliknya, Rabu (24/12/2025). 

Sejak tahun 2003, kios Sahabat Tani telah menjadi agen resmi Pupuk Indonesia. Selama dua dekade, kios ini menjaga asa petani Garut. Khususnya bagi petani yang berada di wilayah: Desa Mekarbakti, desa Kadungora dan desa Cisaat.

Di kios ini, menyediakan dua jenis pupuk bersubsidi primadona produksi Pupuk Indonesia yang menjadi “napas” petani Garut, yakni Pupuk Urea dan Pupuk NPK Phonska. Setiap harinya, kios ini menjual sekitar 5-10 kuintal pupuk bersubsidi.

“Untuk pupuk bersubsidi, yang paling laku memang tipe NPK Phonska dan Urea. Alhamdulillah distribusi pupuk dari pusat ke sini lancar-lancar saja,” ungkap Lisna.

Baca juga : Seskab Teddy Luruskan Isu Miring Pemerintah Lambat Tangani Bencana Sumatera

Dalam proses penjualan ke petani, Lisna juga mengikuti digitalisasi yang diterapkan oleh Pemerintah bersama Pupuk Indonesia. Kiosnya menjadi garda terdepan dalam penerapan aplikasi iPubers atau Intergrasi Pupuk Berbersubsidi. Menurut Lisna, sistem ini membawa angin segar dalam distribusi pupuk bersubsidi, karena datanya akurat dan transparan.

“Pakai iPubers ini sangat membantu saya dan petani. Alur distribusi langsung tercatat ke pusat. Penebusan pupuk oleh petani jadi transparan,” ucap ibu dua anak ini.

Di kios Sahabat Tani ini, para petani hanya cukup membawa KTP untuk menebus pupuk bersubsidi. Tak hanya KTP, petani yang memiliki Kartu Tani, juga bisa melakukan pembelian. Lisna menyediakan layanan mesin electronic data capture (EDC) dari BriLink. Sehingga, setiap kilogram pupuk yang keluar dari kios terdata secara otomatis ke pusat.

“Laporannya pun harus balance antara barang yang datang dan keluar. Kalau tidak, bisa didenda. Cara ini yang membuat pusat tahu berapa jumlah di lapangan,” jelas Lisna.

Salah satu tantangan bagi pengecer resmi pupuk bersubsidi adalah harga eceran tertinggi (HET). Lisna mengaku patuh terhadap aturan soal HET ini. Bagi dirinya, menjaga kepercayaan dari petani dan Pupuk Indonesia harus dikedepankan.

Lisna, pemilik Kios Pupuk Sahabat Tani sedang melayani para pembeli di kiosnya, Desa Talagasari, Kadungora, Garut, Jawa Barat. (Foto: Nana Maulana/RM)

Di kios Sahabat Tani, Pupuk NPK Phonska dijual seharga Rp 92.000 per karung/50 kilogram, atau Rp 1.840 per kilogramnya. Sementara untuk Pupuk Urea dijual seharga Rp 90.000 per karung/50 kilogram, atau Rp 1.800 per kilogramnya.

Baca juga : Hotman Paris Minta Pemerintah Tinjau Ulang Tarif Batas Atas Pesawat

“Harga jual sesuai aturan. Kami tidak boleh melebihi harga yang sudah ditentukan. Penjualan serta pengawasannya ketat dan kami selalu mematuhinya,” ungkap Lisna.

Menutup perbicangan dengan Rakyat Merdeka, Lisna menatap salah satu anaknya yang memang menemani berdagang siang itu. Bagi Lisna dan Dikdik, kedua anaknya merupakan motivasi terbesar dalam menjalankankan kios pupuk ini. Tak hanya itu, menjadi generasi ketiga dalam mengelola kios pupuk ini bukan sekadar mencari untung, namun memastikan produktivitas pangan nasional, khususnya di wilayah Garut tetap terjaga. 

Sebelumnya, Direktur Manajemen Risiko PT Pupuk Indonesia Ninis Kesuma Adriani menegaskan, Pupuk Indonesia berkomitmen memperkuat tata kelola penyaluran pupuk berbersubsidi. Hal itu sejalan dengan pengembangan sistem digital iPubers. Sistem ini disebut menjadi instrumen utama dalam memastikan akurasi, transparansi, dan akuntabilitas distribusi pupuk ke petani.

“Sehingga akses petani terhadap pupuk semakin mudah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/12/2025).

Dalam pelaksanaannya, iPubers memastikan penyaluran pupuk berbersubsidi tepat sasaran. Selain itu, sistem ini mempercepat proses verifikasi dan penebusan pupuk di lapangan.

“Melalui iPubers, Pemerintah dan Pupuk Indonesia dapat memantau data penyaluran kapan saja tanpa menunggu laporan manual,” terang Ninis.

Baca juga : Komoditas Nikel Indonesia Menguat, Hilirisasi Jadi Kunci

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan, penurunan harga untuk pupuk berbersubsidi adalah langkah strategis Pemerintah. Bagi dirinya, ini adalah kebijakan yang sangat berpihak kepada para petani dan mendorong efisiensi distribusi dan transparansi tata kelola pupuk nasional.

“Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau dan pasokan yang terjamin, kami ingin mendukung peningkatan produktivitas petani secara berkelanjutan,” ujar Rahmad Pribadi, dikutip dari laman resmi Pupuk Indonesia.

Dalam rangka mengimplementasikan HET terbaru, lanjut dia, Pupuk Indonesia berkomitmen menegakkan tata kelola penyaluran pupuk berbersubsidi. Termasuk menindak tegas kios yang terbukti menjual pupuk berbersubsidi di atas HET yang telah ditetapkan Pemerintah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.