Dark/Light Mode

PLN Indonesia Power Manfaatkan FABA PLTU Labuan untuk Ekonomi Desa

Rabu, 31 Desember 2025 16:32 WIB
Produk inovasi berbahan FABA hasil pemanfaatan limbah PLTU Banten 2 Labuan, meliputi paving block, batako, dan material konstruksi ramah lingkungan. Inisiatif ini mendukung ekonomi kerakyatan sekaligus penerapan prinsip ESG melalui pengelolaan limbah yang bernilai tambah. (Dok. PLN IP)
Produk inovasi berbahan FABA hasil pemanfaatan limbah PLTU Banten 2 Labuan, meliputi paving block, batako, dan material konstruksi ramah lingkungan. Inisiatif ini mendukung ekonomi kerakyatan sekaligus penerapan prinsip ESG melalui pengelolaan limbah yang bernilai tambah. (Dok. PLN IP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Limbah abu sisa pembakaran batu bara FABA (Fly Ash Bottom Ash) yang selama ini dianggap tak bernilai, kini menjelma menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat.

PT PLN Indonesia Power mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan limbah abu sisa pembakaran batu bara Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap Banten 2 Labuan.

Limbah tersebut diolah menjadi paving block dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Menes, Kabupaten Pandeglang.

Program ini merupakan bagian dari Desa Siapsiaga, hasil sinergi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta PLN Indonesia Power.

Baca juga : Tumbuh 5,17 Persen, Industri Manufaktur Mesin Utama Ekonomi RI

Peresmian workshop paving block berlangsung di Desa Muruy, Kecamatan Menes, Pandeglang, Senin (15/12/2025).

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan, pemanfaatan FABA sejalan dengan prinsip Environmental, Social, dan Governance serta memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar pembangkit listrik.

“Syukur FABA ini punya nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekitar PLTU. Pada akhirnya, ini akan membangun ketahanan sosial dan stabilitas di wilayah tersebut,” ujarnya.

Bernadus menjelaskan, saat ini baru satu modul produksi yang berjalan dengan memanfaatkan sekitar 1 persen dari total limbah FABA.

Baca juga : Target Indonesia Emas 2045, Gerindra Gaungkan Transformasi Ekonomi

Satu modul mampu menyerap enam tenaga kerja dan memproduksi sekitar 5.000 paving block per hari dengan omzet sekitar Rp 10 juta. Jika dikembangkan hingga 100 modul, potensi penyerapan tenaga kerja dapat mencapai 600 orang.

“Kami berharap kolaborasi dengan Kementerian Desa, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, koperasi, dan masyarakat bisa membentuk ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” kata Bernadus.

Bupati Pandeglang Dewi Setiani mengapresiasi pelaksanaan program Desa Siapsiaga di wilayahnya.

Menurut dia, penguatan ekonomi masyarakat merupakan langkah strategis untuk mencegah masuknya paham radikal.

Baca juga : PHE WMO Dukung Konservasi Laut dan Ekonomi Pesisir

“Ekonomi yang kuat membuat masyarakat lebih tahan terhadap pengaruh negatif. Kami berharap bantuan ini dijaga agar berkesinambungan dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Dewi.

Selain pengembangan workshop paving block, program Desa Siapsiaga juga akan diperluas melalui bantuan bibit tanaman, ayam pedaging, dan ayam petelur guna mendukung ketahanan pangan masyarakat desa.

Pemanfaatan FABA di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap Labuan diharapkan tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, menekan pengangguran, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui penggerakan ekonomi lokal berbasis desa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.