Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Cegah Beras Disalahgunakan, Bulog Salurkan SPHP Langsung Ke Pengecer
Minggu, 4 Januari 2026 06:30 WIB
Sebelumnya
Selain itu, pihaknya ditugaskan menyalurkan 720.000 ton Bantuan Pangan untuk 18 juta PBP (Penerima Bantuan Pangan) untuk alokasi 4 bulan.
Penugasan ini menunjukkan kepercayaan negara terhadap Bulog sebagai pilar stabilisasi pangan nasional.
Menanggapi perubahan distribusi, pengamat Pertanian Dwi Andreas Santosa menilai, penyaluran beras SPHP langsung ke pengecer maupun ritel merupakan langkah tepat.
Baca juga : Warga Pesisir Diimbau Waspada Banjir Susulan
Ia berharap, perubahan itu bisa memutus beredarnya beras oplosan, yakni beras Bulog yang dibanderol dengan harga murah, namun dicampur dengan kualitas lebih rendah dan dikemas ulang oleh pihak tertentu.
"Distribusi beras SPHP langsung dari Bulog ke pengecer atau retail, bagus juga. setidaknya, kualitas beras tetap terjaga," puji Dwi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Ia berharap, Bulog bisa terus memperluas pendistribusian beras SPHP. Sebab, pendistribusian ini juga erat kaitannya dengan jumlah jaringan yang bisa diakses oleh Bulog.
Baca juga : Manchester City Vs Chelsea, Berharap Keajaiban
"Tantangannya tentu ada pada jumlahnya, berapa banyak pengecer yang bisa digandeng Bulog. Kalau distributor besar, kan dia ada jaringannya sendiri," ungkapnya.
Selain itu, harus diperhatikan terkait sistem pembayarannya. Menurut Dwi, hal ini juga berbeda bila dibandingkan saat Bulog menjual beras dalam jumlah besar ke distributor.
"Semoga tidak ada masalah dari sisi pembayarannya. Berapa banyak pengecer bisa membeli beras SPHP," katanya.
Bangun Infrastruktur Pasca Panen
Baca juga : Malaysia Cup 2026, Indonesia Ancaman Bagi Tuan Rumah
Bulog merencanakan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen, guna memperkuat pengelolaan hasil pangan dari hulu ke hilir.
“Penguatan infrastruktur pascapanen adalah investasi strategis. Kami ingin hasil produksi petani tidak hanya terserap. Tetapi terjaga mutunya dan memiliki nilai tambah,” ungkap Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya